kubikel

Ghostwriters Melawan Artificial Intellegence. Ada 4 Kelemahan AI yang Menjadi Keunggulan Manusia

Kamis, 19 Desember 2024 | 14:58 WIB
Ide orisinal adalah hal yang tidak bisa didapatkan dari AI. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Salah satu profesi yang merasa insecure dengan hadirnya artificial intelegence (AI) adalah ghostwriter. Ghostwriter atau penulis bayangan adalah seseorang yang dipekerjakan untuk menulis karya (buku, blog, atau esai) atas nama orang lain.

Dengan munculnya mesin-mesin AI yang mampu membuat deskripsi sesuai yang dimaui pengguna dalam waktu cepat, tidak heran bila ghostwriter cukup khawatir akan tergeser perannya.

Namun, benarkah demikian?

Secara tradisional, ghostwriting adalah keterampilan di mana seorang penulis menuangkan pikiran dan ide orang lain ke dalam tulisan sambil tetap anonim.

Kemampuan AI dalam berevolusi dan beradaptasi untuk menyempurnakan kemampuannya, membuat munculnya pertanyaan tentang prospek algoritma ini mengambil alih tugas rumit ghostwriting.

AI yang mempunya kemampuan nyaris tak terbatas mampu menyempurnakan pola dan daya pemrosesan yang tak terbatas, akankah menggantikan kreativitas, kebijaksanaan, dan sentuhan manusia yang merupakan bagian integral dari ghostwriting?

 Baca Juga: 6 Tren Dunia Kerja Tahun 2025, dari Revolusi AI hingga Transparansi soal Gaji

AI Dalam Dunia Tulis Menulis

Kemampuan AI dalam dunia tulis-menulis mengalami perkembangan yang sangat pesat. yang paling awal adalah Wordsmith. Platform produksi Automated Insights ini mampu mengubah dan mengolah data mentah menjadi sebuah laporan yang komprehensif, artikel, dan bahkan komentar olah raga.

Algoritma yang dimasukkan dalam sistem lah yang melakukan hal tersebut. Dan ternyata, program ini telah digunakan di banyak pihak.

Yahoo! dan Associated Press, menggunakannya untuk membuat berita keuangan berdasarkan data pasar saham.

Lalu muncul DeepMind milik Google. Google mengembangkan model AI yang mampu belajar membaca dan mampu memahami dirinya sendiri.

Tahun 2019, OpenAI muncul dengan GPT-2. Luara biasanya, GPT-2 adalahl AI yang mampu menghasilkan kalimat yang koheren dan relevan secara kontekstual serta menyerupai gaya penulisan manusia.

Baca Juga: Tak Hanya Membantu Pekerjaan, Peran AI pada Manajer Muda Disebut Bisa Membantu Jadi Pemimpin yang Baik

Halaman:

Tags

Terkini