kubikel

Mengapa Masyarakat Cenderung Memaafkan Pelaku Kriminal yang Berpenampilan Menarik?

Sabtu, 28 Desember 2024 | 17:34 WIB
Mengapa masyarakat berharap agar Luigi Mangione, tersangka penembakan CEO UnitedHealthCare Bryan Thompson, dibebaskan? (Instagram @_likealeaf)

Menurut Mark Travers, PhD, psikolog Amerika dari Cornell University, Halo Effect memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap individu seperti Luigi Mangione.

Dalam Halo Effect, persepsi tentang sifat atau tindakan positif pelaku cenderung mengaburkan kejahatan mereka.

Pada kasus Mangione, latar belakangnya di Ivy League dan pembenarannya atas tindakannya, yang memprotes sistem perawatan kesehatan AS, berkontribusi pada persepsi tentang dirinya sebagai pahlawan, bukan sebagai penjahat.

Baca Juga: 4 Penyebab Karyawan Melakukan 'Revenge Quitting' Selain Karena Konflik yang Terus-menerus

Keinginan masyarakat untuk menemukan makna dalam tindakan kejahatan, terutama ketika dikaitkan dengan ketidakadilan yang diakui secara luas, memperkuat Halo Effect.

Dugaan kejahatan Mangione, meskipun terasa tercela, dianggap relate dengan sebagian masyarakat yang memiliki frustrasi yang sama dengan ketidakadilan dalam sistem perawatan kesehatan.

Seperti yang dijelaskan Dr. Paul Kooistra dalam penelitiannya yang berjudul Criminals As Heroes: Linking Symbol To Structure, dan diterbitkan dalam jurnal Symbolic Interaction, "penjahat heroik" seperti itu sering muncul saat terjadi kekecewaan yang meluas terhadap suatu lembaga.

Konteks hukum dan moralitas

Perbuatan Mangione merupakan bentuk penyimpangan yang berusaha menantang kelemahan sistemik, dan bukannya niat jahat murni.

Halo Effect dalam konteks ini berasal dari kemampuan Mangione untuk menampilkan kejahatannya sebagai tindakan inovasi, di mana tujuan dikejar melalui cara-cara yang tidak konvensional atau ilegal ketika jalan yang sah dianggap tidak dapat diakses.

Baca Juga: Honda dan Nissan bersama Mitsubishi Berencana Merger, Siap Hadang Toyota dan Volkswagen

Hal ini menarik bagi keluhan bersama masyarakat, yang menyebabkan beberapa orang mengabaikan kekerasan dari tindakan tersebut demi "pesan" lebih besar yang ingin disampaikan.

Dinamika ini juga menekankan peran audiens dalam membangun gagasan tentang penyimpangan. Tanpa audiens yang menafsirkan tindakannya, dugaan kejahatan Mangione mungkin hanya dikategorikan sebagai kekerasan yang tidak masuk akal.

Sebaliknya, latar belakangnya, kecerdasan yang dirasakan, dan keselarasan dengan frustrasi publik menciptakan narasi yang mengangkat sosoknya di mata banyak orang, terlepas dari beratnya tindakan tersebut.

Dengan memahami bagaimana Halo Effect berfungsi, kita bisa berusaha untuk lebih objektif dalam menilai seseorang, terutama dalam konteks hukum dan moralitas.

Halaman:

Tags

Terkini