Beritahukan tujuan yang ingin kamu capai kepada sahabat, anggota keluarga, rekan kerja, bahkan terapis atau konselor.
“Ketika kamu tahu ada orang lain yang mengetahui tujuan yang kamu tetapkan, kamu akan lebih mungkin mewujudkannya,” kata Saidi.
Namun, pastikan kamu memilih support system yang mau dengan tulus mendukung dan menyemangati kamu, bukan mengkritik atau bahkan menekan.
Baca Juga: Rapat Tak Harus Selalu Lama, Ini 7 Cara Melakukannya dengan Lebih Efektif dan Efisien
5. Buat tujuan yang lebih kecil dan lebih mudah
Tujuan yang besar bisa mengintimidasi. Ini bisa membuat kamu merasa putus asa atau tidak mampu jika terjadi kegagalan dalam mewujudkannya. Kamu bahkan bisa kehilangan inspirasi dan motivasi.
Saidi merekomendasikan untuk membuat daftar tujuan yang lebih realistis dan dapat ditindaklanjuti, serta bisa dilakukan satu per satu.
“Daripada berfokus pada hasil akhir, fokuslah pada apa yang dapat kamu lakukan setiap hari, minggu atau bulan,” katanya.
Kelley menyarankan untuk membuat target triwulanan dan daftar periksa untuk membantu melacak kemajuan.
Rayakan kemenangan sekecil apa pun untuk meningkatkan kepercayaan diri dan suasana hati. Ini juga dapat membantu kamu “bertahan” dan merasa positif tentang diri sendiri.
6. Ingat tujuan resolusi harus terwujud
Jangan lupakan tujuan kamu membuat resolusi tersebut. Misalnya, selalu ingatkan diri sendiri alasan kamu membatasi pengeluaran karena ingin menabung untuk liburan yang sangat dibutuhkan bersama teman-teman.
Dengan begitu, kamu akan lebih “rela” melakukannya, bukannya merasa “dipaksa”.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar resolusi tahun baru atau keinginan kamu bisa terwujud dan tak jadi impian semata. (Elga Windasari)