Misalnya, dengan mengadakan rehat kopi tim, membuat “dinding ucapan terima kasih” agar karyawan dapat menulis catatan positif tentang rekan kerja mereka, atau mengingatkan diri sendiri untuk menghargai kerja keras yang sudah dilakukan sebagai bentuk self-love.
4. Tidak perlu memaksa bagi yang tidak berminat
Tak semua orang merayakan Hari Valentine, dengan alasan masing-masing. Jadi, jangan paksa karyawan untuk mengikuti acara Hari Valentine di kantor. Biarkan mereka memilih untuk tidak ikut serta, tanpa memberikan tekanan atau penilaian negatif.
Baca Juga: Sehari Menjelajah Uluwatu, dari Menikmati Slow Morning sampai Mengejar Keindahan Sunset
Dengan menghormati preferensi individu ini, pemimpin menunjukkan empati dan pengertian, yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas dalam tim.
Jangan takut untuk membuat perayaan Hari Valentine di tempat kerja karena ini bisa menjadi kesempatan untuk para pemimpin dalam menunjukkan kecerdasan emosional mereka.
Namun, pastikan perayaan dilakukan dengan bijaksana agar Hari Valentine tak sekadar menjadi hari kasih sayang. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan di antara para karyawan. (Elga Windasari)