Banyak karyawan menolak promosi jabatan karena melihat contoh kepemimpinan yang buruk di sekitar mereka. Mereka tidak ingin terjebak dalam posisi yang hanya berisi politik kantor, minim kebebasan, atau menerapkan kebijakan yang mereka sendiri tidak setuju.
5. Lebih mengutamakan pengembangan keterampilan
Tidak semua orang ingin naik jabatan hanya demi nama jabatan yang mentereng. Banyak karyawan yang lebih tertarik untuk mengembangkan keterampilan mereka, mengambil proyek-proyek yang menarik, atau bahkan pindah ke peran yang lebih sesuai minat mereka.
Baca Juga: 5 Kunci agar Lebih Percaya Diri saat Memimpin Rapat atau Presentasi di Depan Klien
Apa yang bisa dilakukan perusahaan?
Kecenderungan untuk menolak promosi jabatan bukan sekadar pilihan perorangan, tetapi menjadi perubahan besar dalam dunia kerja. Jika dibiarkan, perusahaan bisa mengalami kekosongan kepemimpinan, kehilangan talenta terbaik, dan mengalami kesulitan dalam regenerasi.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
1. Buat jalur karir lateral
Tidak semua pertumbuhan karir harus naik ke atas. Perusahaan bisa menawarkan kesempatan pindah ke departemen lain, mengambil peran lintas fungsi, atau mengembangkan keterampilan baru tanpa harus naik jabatan.
2. Ciptakan peran spesialis
Baca Juga: Diadaptasi dari Lagu Viral Tahun 2022, Film Komang Hadirkan Keisha Alvaro sebagai Raim Laode
Alih-alih hanya menawarkan promosi manajerial, perusahaan bisa menciptakan jalur karir spesialis. Ini memberi kesempatan bagi karyawan untuk berkembang tanpa harus menjadi pemimpin tim. “Menghargai keahlian seseorang sama pentingnya dengan menghargai kepemimpinan,” kata Frank Hopson dari Fortuna Advisors.
3. Beri kesempatan kepemimpinan sementara
Alih-alih langsung mengangkat seseorang menjadi manajer penuh waktu, coba berikan peran kepemimpinan berbasis proyek atau rotasi kepemimpinan dalam tim. Ini bisa menjadi cara bagi karyawan untuk menguji peran kepemimpinan tanpa harus langsung berkomitmen dalam jangka panjang.
4. Sesuaikan struktur gaji dan insentif