kubikel

AI Notetaker Sudah Jamak, Gimana Supaya Keterampilan Menulis Tangan Nggak Hilang Selamanya?

Rabu, 26 Maret 2025 | 11:55 WIB
Ilustrasi: Generasi kita disebut semakin kehilangan keterampilan menulis tangan. Bagaimana cara membiasakan kembali kemampuan tersebut? (Freepik)

Media sosial tidak diragukan lagi telah membentuk cara kita berkomunikasi, yang mendorong komunikasi singkat dan cepat, bahkan sering kali hanya terdiri atas singkatan, emoji, dan bahasa informal.

Semakin sering bahasa emoji itu digunakan, pengguna akan semakin kehilangan kemampuan untuk terlibat dalam percakapan yang mendalam dan bermakna.

Baca Juga: Film Horor Pabrik Gula Bakal Hadir dalam 2 Versi, Berminat Nonton Versi yang Tanpa Sensor?

Di masa lalu, surat atau catatan yang ditulis tangan mampu menyampaikan sentuhan pribadi dan hubungan emosional yang tidak dapat ditiru oleh pesan teks.

Saat ini, mengirim emoji atau kalimat yang serba disingkat sudah menjadi hal yang biasa. Jika salah, bisa dikoreksi dengan mudah. Kita jadi makin malas menulis tangan yang butuh kehati-hatian dan pertimbangan.

Mencegah hilangnya kemampuan menulis tangan

Faktanya, banyak dari kita yang saat ini kesulitan menyusun kalimat lengkap, apalagi esai yang terstruktur dengan baik. Kita jauh lebih nyaman dengan pernyataan singkat seperti postingan media sosial daripada paragraf yang memiliki kesatuan.

Namun, para ahli berpendapat bahwa masih ada harapan bagi Gen Z jika mereka menemukan cara untuk menyeimbangkan komunikasi digital dengan keterampilan menulis tangan.

Ada beberapa cara sih, yang bisa kita lakukan:

Jadikan menulis tangan sebagai kebiasaan. Jangan cuma sekali-sekali, tapi usahakan setidaknya kita menulis pesan singkat setiap hari. Misalnya, menulis pesan pakai sticky note buat ortu sebelum meninggalkan rumah.

Baca Juga: 4 Keuntungan Bekerja dalam Bisnis Keluarga, Soal Loyalitas Tak Perlu Diragukan Lagi!

• Luangkan waktu untuk membuat catatan yang agak panjang seperti menulis rangkuman dari webinar yang kamu ikuti, membuat notulensi saat meeting, atau menulis poin-poin dari si bos saat daily check in, dan lain sebagainya.

Beli buku notes dan bolpoin yang lucu. Hm... ini memang bukan hal yang prinsip, tetapi setidaknya selalu membawa dua peralatan ini di dalam tas akan makin membuat kita terbiasa mencatat dengan tulisan tangan.

Beberapa tips tersebut akan memungkinkan kita untuk mempertahankan keterampilan kognitif dari kebiasaan menulis tangan, sekaligus tetap mendapatkan manfaat dari kenyamanan  komunikasi digital. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini