AI Notetaker Sudah Jamak, Gimana Supaya Keterampilan Menulis Tangan Nggak Hilang Selamanya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 Maret 2025 | 11:55 WIB
Ilustrasi: Generasi kita disebut semakin kehilangan keterampilan menulis tangan. Bagaimana cara membiasakan kembali kemampuan tersebut? (Freepik)
Ilustrasi: Generasi kita disebut semakin kehilangan keterampilan menulis tangan. Bagaimana cara membiasakan kembali kemampuan tersebut? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Ketika komunikasi secara digital menjadi hal yang normal, para ahli mengatakan bahwa generasi saat ini kemungkinan akan menjadi generasi pertama yang kehilangan keterampilan berkomunikasi melalui tulisan tangan.

Fakta tersebut diungkapkan oleh para peneliti dari University of Stavanger. Disebutkan bahwa 40% dari Gen Z kehilangan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dengan tulisan tangan.

Ini terjadi akibat smartphone dan berbagai tools AI mengambil alih setiap aspek kehidupan kita, yang membuat kita tidak perlu lagi menulis tangan dan akhirnya kehilangan kemampuan tersebut. 

Baca Juga: Jangan Malas Gerak, Ini Manfaat Jalan Kaki Saat Puasa!

Soalnya, siapa yang butuh menulis tangan jika sudah ada tools semacam AI Notetaker atau Google Transcribe, ya nggak sih?

Namun, pergeseran ini katanya bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga mengubah cara orang berpikir dan berinteraksi.

Dampaknya bagi Gen Z

Sekarang memang sudah bukan zamannya membuat catatan dengan tulisan tangan. Kebanyakan dari kita mulai beralih ke laptop dan tablet untuk segala hal.

Padahal, penelitian menunjukkan bahwa menulis dengan tangan sangat penting untuk perkembangan otak karena dapat mengaktifkan daerah otak yang berbeda dibandingkan dengan mengetik.

Ini karena menulis membutuhkan fokus, keterampilan motorik halus, dan keterampilan kognitif. Semua hal tersebut membantu meningkatkan daya ingat, retensi belajar, dan pemahaman.

Baca Juga: PT Tokai Kagu Indonesia Tutup dan PHK 200 Karyawan, Menyusul 9 Perusahaan Lain yang Gulung Tikar

Jika tidak rutin melakukan aktivitas tersebut, maka kita tidak akan merasakan manfaat tersebut.

Faktanya, generasi kita mengalami penurunan kemahiran menulis tangan. Hayo ngaku, siapa yang tulisan tangannya jelek, sering tidak teratur, atau bahkan tidak terbaca?

Apalagi pada Gen Alpha, ketika diminta untuk menulis dengan tangan, mereka merasa bingung sehingga menghasilkan coretan yang sulit dibaca. Ini dapat berdampak jangka panjang pada pembelajaran dan perkembangan mereka.

Pengaruh media sosial

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indian Defence Review

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X