Alasannya karena kamu jadi sering meragukan ide-idemu sendiri lantaran takut tidak didengarkan orang lain, atau cemas orang lain tidak berpendapat sama.
3. Membutuhkan lebih banyak waktu istirahat sepanjang hari
Semua orang membutuhkan istirahat selama hari kerja yang sibuk. Namun, orang HSP membutuhkannya agar otaknya berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Mau Menjadikan Fotomu Seperti Action Figure Dengan ChatGPT? Berikut Langkah-langkahnya!
Studi pada tahun 2021 menemukan bahwa otak orang yang sangat sensitif menunjukkan peningkatan konektivitas bahkan selama keadaan istirahat setelah menyelesaikan tugas.
Freund menyarankan untuk tidur siang singkat dan lebih baik jika bisa berbaring sambil mengangkat kaki. Dengan begitu kamu dapat memblokir beberapa hal yang dapat merangsang diri secara berlebihan.
4. Susah bilang "tidak" kepada orang lain
Salah satu kekuatan HSP adalah teliti, berkomitmen, dan cenderung sangat setia. Kekuatan inilah yang membuatnya memiliki kecenderungan menyenangkan orang.
Seorang HSP mungkin berpikir, "Jika saya mengatakan tidak untuk hal satu ini, saya akan dipecat, orang ini akan membenci saya, atau dia akan berpikir saya malas."
Baca Juga: 9 Sikap saat Meeting yang Bikin Kamu Terlihat seperti Karyawan Andalan dan Lebih Dihargai
5. Dikenal sebagai rekan kerja yang berempati
Orang yang sangat sensitif memperhatikan isyarat halus dan dapat menunjukkan empati yang besar terhadap rekan kerja mereka. Ini merupakan keterampilan hebat yang membuatnya menjadi rekan kerja yang baik.
Namun, ini juga bisa membuat HSP burnout karena terus-menerus menghadapi stres dan masalah orang lain.
Untuk itu, Wilding memperingatkan agar orang HSP tidak usah selalu mencoba menjadi pahlawan dan merawat orang lain di sekitarnya. (Elga Windasari)