- Gaya hidup dan hobi;
- Nilai-nilai atau prinsip hidup;
- Motivasi mereka membeli;
- Tantangan atau "pain point";
- Apa yang bikin mereka percaya pada brand.
- Telusuri Cara Mereka Mencari Informasi dan Membeli
Cara konsumen membeli itu bisa membuat kamu tahu channel apa yang efektif kamu pakai dan bagaimana melakuka promosi kepada audiens/konsumen. Gali informasi tentang:
- Media apa yang sering digunakan? (Instagram, Google, YouTube, TikTok, dan sebagainya);
- Apakah mereka suka baca review dulu?
- Mereka beli online atau offline?
- Apa yang jadi pertimbangan sebelum membeli?
- Tentukan Tujuan dan Kebutuhan Mereka
Apa yang mereka ingin capai? Semakin tahu tujuan konsumen/audiens maka semakin memudahkan kamu mencari cara menawarkan secara tepat. Misalnya:
- Ingin tampil lebih percaya diri;
- Ingin hidup sehat;
- Ingin menghemat waktu saat bekerja.
Baca Juga: Kamu Wajib Punya Keterampilan Dalam Literasi Data. Apa Manfaat Data Dalam Bisnis Saat ini?
- Susun Buyer Persona Secara Visual
Setelah semua data dan informasi di atas kamu pegang, gabungkan menjadi profil yang menarik dan mudah dipahami. Formatnya bisa seperti ini:
- Nama Persona: Aluna Si Pekerja Keras
- Usia: 24 tahun
- Pekerjaan: Sekretaris
- Lokasi: Tangerang Selatan
- Platform favorit: Instagram
- Tujuan: Ingin mendaoatkan penghasilan tambahan dari rumah
- Masalah: Kurang waktu, takut ketipu online
- Solusi: Produk mudah dijual, support penuh dari supplier, fleksibel waktu
- Sikap terhadap brand: Mau yang terpercaya, responsif, dan dukung bisnis kecil
- Buat Lebih dari Satu Persona
Jika diperlukan, misal kalau produkmu menyasar beberapa segmen, kamu bisa buat 2–3 persona yang berbeda. Jangan lebih dari itu, cukup yang benar-benar mewakili segmen utama.
- Gunakan Persona di Semua Strategi
Setelah jadi, gunakan buyer persona ini sebagai panduan untuk:
- Mmebuat content marketing;
- Menyusun campaign iklan;
- Menentukan harga;
- Mendesain kemasan;
- Melatih tim customer service.
Silakan mencoba membuat buyer persona! ***