kubikel

Bagaimana Cara Menilai Orang Bohong atau Jujur? Lihat Saja Fokus dan Relevansi Ceritanya!

Senin, 9 Juni 2025 | 17:02 WIB
Ada cara untuk mengetahui apakah orang itu jujur atau bohong. (Freepik)

Cerita panjang tak selalu bisa dipercaya

Namun, tidak semua cerita panjang layak dipercaya.

Para peneliti menegaskan bahwa sangat penting untuk memeriksa apakah setiap detail yang disampaikan memang benar-benar relevan dan terkait langsung dengan masalah atau topik yang sedang dibicarakan.

Contohnya, ada mahasiswa yang mengatakan bahwa mereka menyukai mata kuliah tertentu, merasa cocok dengan dosennya, atau suka dengan materi pelajaran.

Namun, mahasiswa tersebut justru tidak membahas secara spesifik tugas yang diberikan, yang memiliki kecenderungan sedang menyembunyikan sesuatu atau sebenarnya tak menyukai mata kuliahnya.

Itulah sebabnya cerita yang terlalu melebar justru bisa menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari inti masalah.

Baca Juga: 4 dari 10 Orang Mendapatkan Pekerjaan dengan Tidak Jujur, Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?

Sebaliknya, ketika seseorang menjelaskan dengan rinci bagian tugas apa saja yang sudah dikerjakan, langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikannya, serta kendala atau hambatan yang dihadapi, cerita cenderung terasa lebih meyakinkan dan jujur.

Karena ini menunjukkan bahwa relevansi dan kesesuaian informasi menjadi faktor utama dalam membedakan antara kebenaran dan kebohongan.

Mendeteksi kebohongan bisa dilatih

Jadi, manakah cerita yang bisa dipercayai? Kamu harus berlatih untuk lebih bisa mengenalinya.

Ini karena penelitian juga menunjukkan bahwa orang ternyata bisa dilatih untuk lebih peka terhadap kebohongan.

Salah satu caranya adalah dengan memahami pentingnya relevansi informasi dalam sebuah cerita, terlepas dari pendek atau panjangnya cerita.

Jika sudah mampu memahaminya, kemampuan kamu untuk membedakan mana orang jujur dan pembohong akan semakin meningkat secara signifikan. ***

Halaman:

Tags

Terkini