kubikel

Bukan Lagi Sekadar “Fitur Keren”, Perusahaan Harus Mulai Menggunakan AI agar Tidak Tertinggal

Jumat, 4 Juli 2025 | 09:01 WIB
memanfaatkan artificial intelligence sudah menjadi hal yang wajar dalam operasional kantor. (Google Gemini)

Menuju era platform kerja yang lebih cerdas

Industri kini bergerak menuju “platform kerja cerdas”. Artinya, bukan cuma aplikasi seperti dokumen atau spreadsheet yang jadi pintar, tetapi seluruh cara kita bekerja akan berubah.

Contohnya adalah proyek Google seperti Project Mariner dan Agent Mode, yang memungkinkan AI membantu kamu di berbagai aplikasi dan situs secara otomatis.

Namun, perubahan ini juga menuntut perusahaan untuk lebih siap. Google sendiri mengembangkan AI-nya dengan memperhatikan privasi dan transparansi.

Namun, sistem pengelolaan teknologi di banyak perusahaan masih tradisional dan perlu diperbarui. Mereka harus membuat aturan baru yang mengatur bagaimana konten dari AI digunakan, disimpan, dan dibagikan.

Baca Juga: 5 Risiko Tak Terduga Jika Kamu Menggunakan AI Notetaker untuk Membuat Notulensi Rapat

Siapa yang akan bertahan?

Keunggulan Google bukan cuma karena AI-nya canggih, tetapi juga karena semuanya saling terhubung dalam satu ekosistem.

Ini membuat pengguna bisa bekerja dengan lancar tanpa harus lompat-lompat antar aplikasi.

Sementara platform yang lebih kecil seperti Zoho, Canva, atau Notion mungkin tidak bisa bersaing langsung dengan Google atau Microsoft.

Namun, mereka bisa bertahan jika mereka punya keahlian khusus atau bisa bekerja sama dengan platform besar.

Zhang juga memberi peringatan, “Risiko terbesar bukan karena AI akan menggantikan manusia, tetapi karena kita tidak siap menggunakannya.”

Jadi, saat ini bukan waktunya untuk menunggu. AI sudah menjadi bagian dari cara kerja modern.

Perusahaan yang siap berubah akan lebih cepat maju, sementara yang lambat akan tertinggal. ***

Halaman:

Tags

Terkini