Bukan Lagi Sekadar “Fitur Keren”, Perusahaan Harus Mulai Menggunakan AI agar Tidak Tertinggal

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 4 Juli 2025 | 09:01 WIB
memanfaatkan artificial intelligence sudah menjadi hal yang wajar dalam operasional kantor. (Google Gemini)
memanfaatkan artificial intelligence sudah menjadi hal yang wajar dalam operasional kantor. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Dulu, kecerdasan buatan (AI) di alat kerja hanya dianggap sebagai fitur tambahan.

Namun, sekarang ini AI seperti Gemini dari Google sudah menjadi bagian penting dalam aplikasi produktivitas. Misalnya saja di Google Docs, Gmail, dan lainnya.

Menurut para ahli, AI kini bukan lagi “fitur keren”, melainkan sudah menjadi standar. Bahkan, dalam waktu kurang dari dua tahun, pengguna akan menganggap fitur AI seperti halnya pemeriksa ejaan atau tombol simpan otomatis.

“Semua alat produktivitas yang tidak punya fitur AI akan terasa ketinggalan zaman pada 2026,” kata Zhang, seorang pakar teknologi produktivitas.

Fitur seperti balasan otomatis di Gmail, ringkasan rapat, hingga penghapusan email yang tidak penting dengan bantuan AI, sudah digunakan banyak orang karena benar-benar membantu dalam pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga: Pemikiran Kritis Seharusnya Jadi Kekuatan Super di Era AI Seperti Saat Ini. Mengapa?

Bukan sekadar pintar, tetapi harus terhubung

Namun, hanya memiliki AI saja tidak cukup. Hal terpenting lainnya adalah bagaimana AI ini bisa menyatu dengan sistem kerja perusahaan.

Microsoft, misalnya, sudah membuat banyak konektor yang bisa menghubungkan AI mereka ke berbagai aplikasi dan sistem di tempat kerja. Hal ini membuat AI lebih berguna dan relevan dengan pekerjaan nyata.

Menurut seorang eksekutif di perusahaan konsultan teknologi, Tom Keuten, tantangan utama dalam penerapan AI bukanlah teknologinya, tetapi orang-orang dan kebiasaan yang sudah terbentuk.

Banyak perusahaan masih terjebak pada cara kerja lama dan ragu untuk berubah.

Padahal, AI bisa membantu menulis email, merangkum rapat, sampai memberi saran tugas, yang artinya mengubah cara kerja kita secara keseluruhan.

Zhang menyarankan agar perusahaan mulai memikirkan ulang proses kerja mereka.

“Jangan cuma menyisipkan AI ke dalam cara lama. Namun, pikirkan bagaimana AI bisa membuat proses kerja jadi lebih baik,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Reworked

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X