PejuangKantoran.com - Kelelahan akibat mengerjakan pekerjaan yang tidak ada habisnya bisa menimbulkan burnout.
Namun, tahukah kamu kalau ada jenis kelelahan yang yang timbul karena terlalu banyak mengerjakan pekerjaan tambahan, di luar tugas utama kamu?
Inilah yang disebut dengan citizenship fatigue, yaitu rasa lelah karena peran tambahan di tempat kerja.
Perasaan kelelahan juga bisa muncul dari hal-hal kecil di luar pekerjaan utama, seperti membantu rekan kerja, selalu menjaga sikap positif, atau ikut membangun citra baik perusahaan.
Jika hal-hal tersebut terus dijalani tanpa batas, bisa muncul kelelahan emosional yang disebut dengan citizenship fatigue.
Baca Juga: Di Balik Pembuatan Film 'Sore: Istri dari Masa Depan', Sheila Dara Belajar Bahasa Kroasia
Bermanfaat, tapi ada dampak negatifnya
Dalam psikologi organisasi, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kelelahan yang muncul ketika seseorang terlalu sering mengerjakan hal-hal di luar tugas utamanya.
Contohnya ikut kegiatan sukarela kantor, menjadi panitia acara, membantu rekan kerja menyelesaikan proyek, atau ikut mempromosikan perusahaan secara online.
Aktivitas seperti ini sering dipuji secara sosial, tetapi jarang diakui secara resmi lewat promosi atau kenaikan gaji.
Akibatnya, energi mental terkuras tanpa imbalan yang seimbang.
Pada awalnya, peran-peran tambahan ini bisa memberikan manfaat, seperti lebih mengenal tim lain, memelajari hal baru, menambah pengalaman, bahkan membantu memperkuat posisi di kantor.
Namun jika dilakukan terus-menerus tanpa jeda, hal ini bisa menguras energi dan membuat semangat kerja menurun.
Dalam jangka panjang, kelelahan ini dapat berdampak pada performa kerja dan kondisi mental secara keseluruhan.