- VA AI (artificial intelligence): Tidak ada.
- VA Manusia: Bisa membangun hubungan, tahu kapan harus serius, kapan santai.
Pengambilan keputusan
- VA AI (artificial intelligence): Berdasarkan pola dan data.
- VA Manusia: Berdasarkan intuisi, pengalaman, dan pemahaman konteks.
Tugas rutin dan teknis
- VA AI (artificial intelligence): Unggul (otomasi email, reminder, transkripsi, dan lain-lain).
- VA Manusia: Bisa, tapi lebih lambat dibanding AI.
Tugas kompleks dan kreatif
- VA AI (artificial intelligence): Terbatas, butuh supervise.
- VA Manusia: Unggul dalam strategi, konten orisinal, pengambilan keputusan.
Kolaborasi VA Manusia dan VA AI
Berdasarkan paparan di atas, berikut ini contoh penerapan bidang untuk masing-masing VA.
VA AI cocok untuk:
- Reminder harian dan notifikasi otomatis;
- Menyusun draf awal email;
- Chatbot untuk pertanyaan umum;
- Menyalin teks dari suara (transkrip otomatis).
Baca Juga: Virtual Assistant, Pekerjaan Remote yang Lagi Diminati. Simak Cara Kerjanya!
VA Manusia cocok untuk:
- Membuat content plan dan strategi komunikasi;
- Menjawab email klien dengan pendekatan personal;
- Menyusun laporan dengan insight;
- Menangani situasi rumit (komplain, klarifikasi, komunikasi lintas budaya).
Pada dasarnya VA manusia tidak tergantikan, namun bisa meningkatkan produktivitasnya dengan AI.
Contoh:
- VA manusia memakai ChatGPT untuk membantu tulis artikel. ChatGPT atau AI lain bisa dimanfaatkan dalam mencari secara cepat, data-data yang dibutuhkan dalam menyusun artikel;
- Gunakan Grammarly untuk penyuntingan cepat;
- Pakai Notion AI dan Trello untuk manajemen konten;
- Automasi email lewat Zapier agar pekerjaan lebih efisien.
Nah, siap-siap beralih profesi menjadi VA? ***