kubikel

8 Kebiasaan agar Terlihat sebagai Karyawan 'Penting, Padahal Justru Membuat Nggak Profesional

Sabtu, 19 Juli 2025 | 08:05 WIB
Tak hanya kepada karyawan yang kena PHK, pemimpin juga wajib mengarahkan dengan tepat kepada karyawan yang tidak terkena PHK. (Google Gemini)

Padahal, kualitas hasil kerja menjadi pondasi utama reputasi yang kuat, bukan sekadar siapa yang dikenal.

4. Memamerkan barang mewah di lingkungan kerja

Penampilan bisa membentuk kesan awal, tetapi ketika perhatian lebih tertuju pada merek pakaian atau gadget mahal, makna profesionalisme bisa ikut terabaikan.

Baca Juga: Jadi Suami Green Flag di Lyora: Penantian Buah Hati, Darius: Laki-laki Harus Hadir dan Terlibat!

Lingkungan kerja yang sehat menilai seseorang dari kontribusi nyata yang diberikan, bukan dari atribut mewah yang ditampilkan.

5. Mengatur secara berlebihan

Kecenderungan untuk mengatur secara berlebihan sering muncul akibat minimnya kepercayaan dan dorongan untuk mengontrol setiap aspek pekerjaan.

Bukannya membangun otoritas, cara ini justru membatasi ruang gerak dan perkembangan tim.

Ingat, kepemimpinan yang baik terlihat dari kepercayaan yang diberikan kepada tim dan kemampuan mendelegasikan tugas secara tepat.

6. Membanggakan kerja berlebihan

Membanggakan lembur atau menolak mengambil cuti tidak lagi dianggap sebagai bentuk komitmen.

Baca Juga: Tren Baru di Dunia Kerja, Eksekutif enior Pilih Jadi 'Fractional Leader'. Apa Itu? 

Alasannya karena efisiensi dan keseimbangan hidup kini lebih dihargai sebagai bagian dari cara kerja yang bijak.

Profesional yang bijak paham bahwa produktivitas tidak harus dibayar dengan kelelahan berlebihan.

7. Mengoreksi di hadapan orang banyak

Halaman:

Tags

Terkini