“Analis data yang teliti dan selalu penasaran terhadap tren baru.”
- Keahlian utama kamu
Fokus pada kemampuan atau pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar.
Misalnya, kalau kamu melamar jadi manajer proyek, sebutkan bahwa kamu menguasai tools seperti Trello, Asana, atau Jira, dan punya pengalaman mengelola tim lintas departemen.
- 3. Tujuan atau arah karir kamu
Tunjukkan kalau kamu tahu ke mana arah karir kamu dan bagaimana posisi ini bisa mendukung perjalanan itu. Misalnya:
“Sedang mencari kesempatan untuk berkontribusi di perusahaan yang menaruh perhatian besar pada inovasi dan pengembangan tim.”
Baca Juga: Bukan Hanya Pentingkan ATS, Ini Cara Lain Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter
Panjang ideal bagian ini
Bagian “Tentang Saya” sebaiknya singkat saja, cukup 2 sampai 3 kalimat.Namun, yang terpenting harus ditulis dengan padat, jelas, dan sesuai dengan posisi yang kamu lamar.
Hindari paragraf panjang yang malah bikin pembaca bosan. Fokus pada pesan utamamu.
Intinya, bagian ini adalah peluang kamu untuk memperkenalkan diri dalam satu paragraf singkat sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Tulis dengan jujur, tetapi tetap bisa menunjukkan bahwa kamu tahu siapa diri kamu dan apa yang kamu cari sehingga perekrut akan lebih tertarik untuk mengenal kamu lebih jauh. ***