Pejuangkantoran.com - Saat membuat CV, mungkin kamu menulis deskripsi pekerjaan seadanya saja. Misalnya, hanya menulis “mengelola tim”, “menangani tugas”, atau “melaksanakan pekerjaan”.
Masalahnya, kata-kata tersebut terlalu umum dan tidak menunjukkan apa yang sebenarnya sudah kamu capai.
Nah, di sinilah metode STAR (Situation, Task, Action, Result) bisa membuat CV kamu lebih menonjol. Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang saat menggunakan metode ini.
Yuk, kita bahas apa saja kesalahan dan cara menghindarinya supaya kamu tidak perlu melakukannya!
- Deskripsi terlalu umum
Metode STAR butuh contoh nyata, bukan sekadar kata-kata standar. Jadi, kalau mau memberikan kesan kuat, sesuaikan poin-poin STAR dengan deskripsi pekerjaan yang kamu lamar.
Misalnya, jangan cuma menulis “mengelola tim,” tetapi tulis berapa orang yang kamu kelola dan apa hasilnya.
Baca Juga: 25 Pertanyaan Yang Sering Diajukan Saat Wawancara Kerja yang Bisa Kamu Jawab dengan Teknik STAR
- Kebanyakan jargon
Memasukkan istilah teknis atau kata kunci sesuai bidang kerja memang penting, tetapi jangan berlebihan.
Resume yang terlalu penuh jargon malah membuat susah dibaca. Lebih baik gunakan bahasa yang jelas supaya perekrut cepat paham nilai yang kamu bawa.
- Lupa menyertakan hasil
Ini kesalahan yang paling sering dilakukan. Padahal, CV tanpa hasil yang bisa diukur jadi terasa datar.
Jadi, jangan lupa tambahkan metrik atau pencapaian nyata. Misalnya, “Meningkatkan penjualan 30% dalam 6 bulan” atau “Mengurangi biaya operasional sebesar Rp50 juta per tahun.”
Angka-angka tersebut akan membuat CV kamu lebih meyakinkan.
Pekerjaan apa yang cocok menggunakan STAR?
Metode STAR paling cocok untuk pekerjaan yang pencapaiannya bisa diukur. Contohnya: