kubikel

Menurut Survei, 45% Pencari Kerja Mengaku Terampil Memanfaatkan AI, tapi Banyak yang Ketahuan Bohong

Jumat, 12 September 2025 | 16:45 WIB
Keterampilan dalam memamfaatkan artifical intelligence atau AI sangat mandatory, namun jangan hanya sok-sokan terampil. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Intinya, meskipun ada ketakutan kalau AI bakal menggantikan pekerjaan, banyak yang juga melihatnya sebagai peluang.

Jadi, lebih baik jujur atau nekat bohong?

Menurut pakar karier Julia Toothacre, berbohong demi pekerjaan bukanlah jalan keluar.

Katanya, memang benar pasar kerja sekarang bikin frustrasi, tetapi integritas tetap lebih penting.

Lagipula, kalau ketahuan bohong, ini bisa merugikan diri sendiri.

Baca Juga: Pekerjaan Kerah Biru yang Lebih Mengandalkan Skill Fisik, Disebut Lebih Aman dari Ancaman AI. Ini Daftarnya!

Simpulannya, skill AI memang makin dicari dan bisa jadi pembeda di dunia kerja. Namun, daripada pura-pura, lebih baik benar-benar belajar.

Apalagi sekarang banyak sumber gratis dan kursus yang bisa bantu kamu upgrade kemampuan agar lebih aman dan percaya diri di dunia kerja. ***

Halaman:

Tags

Terkini