- Perfeksionisme
Perfeksionisme kadang membuat kamu terlalu lama menahan karya karena takut dianggap jelek. Y Combinator, akselerator startup terkenal di Amerika, bahkan punya pepatah:
“Kalau kamu puas dengan versi pertama produk kamu, berarti kamu sudah menunggu terlalu lama.”
Artinya, lebih baik mulai dulu, meski belum sempurna. Nanti perbaikan bisa dilakukan sambil jalan. Kalau menunggu sempurna, bisa-bisa kamu tidak pernah mulai.
Namun, sebenarnya perfeksionisme juga memiliki sisi positif.
Misalnya, saat membuat karya seni atau tulisan, perfeksionisme bisa bikin menjadikan kamu lebih detail dan serius.
Hanya saja pastikan untuk jangan sampai kebablasan. Tetap harus ada keseimbangan.
Baca Juga: Profil Ida Yulidina, Mantan Model Cantik yang Kini Jadi “Ibu Negara Keuangan”
- Terlalu banyak tekanan
Kebanyakan pekerjaan atau ide juga bisa membuat kamu malah tidak melakukan apa-apa. Rasanya seperti semua hal minta mendapatkan perhatian sekaligus.
Solusinya? Belajar bilang “tidak” dan fokus ke satu hal dulu. Mulai dari satu ide kecil bisa membuat kamu lebih ringan bergerak.
- Merasa terjebak
Kadang kamu merasa muter di tempat yang sama, pakai pola pikir itu-itu aja. Kalau sudah begini, coba ganti sudut pandang.
Misalnya,dengan bertanya, “Kalau orang lain yang aku kagumi, kira-kira dia bakal mikir apa?”
Atau kamu juga bisa mengubah suasana kerja, dengarkan musik baru, atau jalan-jalan sebentar. Hal-hal kecil seperti gini bisa membuka pikiran ke arah baru.
Jadi, meski hambatan kreatif sangat banget, tetapi kalau bisa mengelola emosi maka kamu akan lebih mudah menemukan ide segar.
Ingat, jangan tunggu sempurna. Kreativitas itu perjalanan, bukan garis finish. Jadi, nikmati prosesnya dan jangan takut salah.