- Fokus pada prioritas dan visi jangka panjang
Pemimpin yang tahu kapan berhenti memahami bahwa waktu, tenaga, dan sumber daya itu terbatas. Dengan berhenti di waktu yang tepat, ia bisa:
- Mengalihkan fokus ke hal yang lebih penting;
- Menjaga moral tim;
- Menyelamatkan organisasi dari kelelahan atau kerugian yang lebih besar.
Baca Juga: Enggan Ikut Aturan Lama, Standar Baru Kepemimpinan Gen Z: Fleksibel, Transparan, dan Manusiawi
- Bagian dari strategic quitting
Ini sejalan dengan konsep dari Annie Duke (penulis buku Quit: The Power of Knowing When to Walk Away), yang menjelaskan bahwa:
“Quitters often win, because quitting the wrong path opens room for the right one.”
Frase ini mempunyai artinya, bahwa berhenti dengan sadar adalah strategi kemenangan, bukan tanda kegagalan.
***