kubikel

Belajar Kepemimpinan dari Mandela, Jobs, dan Bezos Bahwa Quit adalah Salah Satu Keterampilan Untuk Itu

Senin, 3 November 2025 | 10:15 WIB
Mandela, Jobs, dan Bezos mengejarkan bahwa (Governor-General of Australia (Nelson Mandela); Van Ha - U.S. Space Force (Jeff Bezos); Matthew Yohe (Stev Jobs))
  1. Fokus pada prioritas dan visi jangka panjang

Pemimpin yang tahu kapan berhenti memahami bahwa waktu, tenaga, dan sumber daya itu terbatas. Dengan berhenti di waktu yang tepat, ia bisa:

  • Mengalihkan fokus ke hal yang lebih penting;
  • Menjaga moral tim;
  • Menyelamatkan organisasi dari kelelahan atau kerugian yang lebih besar.

Baca Juga: Enggan Ikut Aturan Lama, Standar Baru Kepemimpinan Gen Z: Fleksibel, Transparan, dan Manusiawi

  1. Bagian dari strategic quitting

Ini sejalan dengan konsep dari Annie Duke (penulis buku Quit: The Power of Knowing When to Walk Away), yang menjelaskan bahwa:

Quitters often win, because quitting the wrong path opens room for the right one.”

Frase ini mempunyai artinya, bahwa berhenti dengan sadar adalah strategi kemenangan, bukan tanda kegagalan.

***

Halaman:

Tags

Terkini