- Teknologi dan digitalisasi
Harus diakui, Jepang itu sangat unggul di manufaktur namun lambat di sektor publik. Konon layanan administratif di Jepang dikenal kurang efisien secara digital, seper ti studi yang dilakukan oleh OECD (2023 OECD Digital Government Index).
Sementara di Indonesia, digitalisasi tumbuh pesat di sektor swasta dan startup namun birokrasi publik masih lambat.
Indonesia bisa memanfaatkan leapfrog digital dengan langsung loncat ke sistem cloud, AI, dan otomasi ringan tanpa fase manual panjang.
- Work-life balance
Ini permasalahan yang klasik di Jepang, namun saat ini sudah diperbaiki dengan Work Style Reform; jam lembur dikurangi, kerja fleksibel diperluas.
Sedangkan di Indonesia cenderung lebih longgar yang kadang berujung pada karyawan menjadi kurang fokus.
Oleh akrena itu, kita bisa mengadaptasikannya dengan menerapkan flexible working with accountability, fleksibel tapi terukur dengan target harian/mingguan.
Baca Juga: 3 Cara yang Bisa Kamu Terapkan dalam Melakukan Kolaborasi yang Efektif di Tempat Kerja
- Inovasi dan kreativitas
Jepang kuat di industri, namun belakangan menurun karena budaya hierarkis. Sementara di Indonesia, start up yang diinisiasi anak-anak muda sangat menjamur. Eksperimentasi berbagai bisnis juga sangat terbuka.
Indonesia bisa unggul di sini jika sistem kerja memberi ruang untuk eksperimen, bukan sekadar mengikuti aturan.
***