Baca Juga: 8 Keterampilan Utama yang Wajib Kamu Kuasai untuk Jadi Automation Engineer
- Soft skills
Ini kemampuan yang berkaitan dengan cara kamu bekerja dan berinteraksi, seperti komunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, pemecahan masalah, dll.
Skill seperti ini makin dicari karena bisa diterapkan di berbagai jenis pekerjaan.
- Proyek pribadi
Tidak harus proyek berbayar. Misalnya kamu punya komunitas belajar, jadi panitia acara lokal, membuat blog tentang hobi tertentu, atau rutin membuat konten edukasi. Semua itu bisa menunjukkan inisiatif dan passion kamu.
- Skill teknis tambahan
Kamu mungkin punya keterampilan yang tidak diminta dalam lowongan, tetapi tetap relevan. Misalnya, bisa Python padahal melamar posisi analis pemasaran atau bisa desain dasar meski melamar posisi HR. Ini bisa jadi nilai plus.
- Hobi unik atau kreatif
Hobi tertentu bisa jadi pembeda dan pemicu obrolan. Misalnya, kamu suka fotografi, membuat lagu, modifikasi motor, atau punya proyek seni kecil-kecilan.
- Kegiatan sosial atau komunitas
Contohnya, pernah jadi mentor, ikut organisasi amal, ikut kegiatan gereja atau masjid, dan bahkan menjadi relawan acara lingkungan, bisa kamu cantumkan.
Baca Juga: Kehilangan Pekerjaan saat Pandemi, Kini Direy Dealova Jadi Youtuber dengan 10 Juta Subscriber
- Prestasi akademik
Bukan hanya IPK, tetapi juga termasuk tulisan ilmiah, presentasi penelitian, lomba, penghargaan kampus, atau kontribusi riset tertentu.
Namun, tidak semua hal harus kamu masukkan dan pastikan tetap relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, ya.
Intinya, jangan takut untuk memasukkan sisi personal kamu selama itu bisa menunjukkan karakter, kompetensi, atau kebiasaan kerja yang baik.