kubikel

Kenali Istilah Marketing dari Diamnya Kopi Tuku atas Kasus Tumbler Hilang di KRL

Kamis, 4 Desember 2025 | 10:46 WIB
Diamnya Kopi Tuku atas kasus tumbler hilang di KRL dinilai sebagai keputusan marketing yang strategis. (Tuku.coffee)

Tapi buat Kopi Tuku, nimbrung ke kasus tumbler hilang di KRL tidak relevan dengan karakter brand mereka. Personalitas brand mereka tenang dan sederhana. Ikut bermain di drama publik malah berisiko menggeser citra brand yang selama ini dibangun.

3. Menghindari rage baiting

Isu kehilangan barang di transportasi umum itu hal yang sensitif. Publik bisa cepat tersulut emosi. Jika Kopi Tuku ikut komentar, ada kemungkinan pembicaraan makin memanas dan justru memicu rage bait, yaitu konten yang sengaja dibuat untuk memancing kemarahan melalui hal-hal yang provokatif. Semakin orang marah, semakin tinggi engagement-nya.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Tanggapi Isu Dirinya Disebut Bertanggung Jawab atas Banjir dan Longsor di Sumatera

Bagi Kopi Tuku yang ingin menjaga percakapan tetap positif, nggak masuk ke arus kemarahan publik adalah keputusan yang bijak. Jangan lupa, tagline mereka #BertetanggaBaik.

Ngomong-ngomong, kata “rage bait” baru ditetapkan sebagai word of the year oleh Oxford University Press. Pasalnya, makin banyak kasus di mana kemarahan di dunia online makin mudah dimanipulasi untuk menciptakan engagement.

4. Menghindari kesalahpahaman PR Move

PR move adalah tindakan strategis yang dilakukan perusahaan untuk membentuk opini publik, memperbaiki citra, atau merespons isu tertentu. Bentuknya bisa macam-macam, mulai dari membuat press release, liputan media, atau kerja sama dengan influencer.

Tetapi kalau Kopi Tuku tiba-tiba mengeluarkan pernyataan atau membuat kampanye “Balikin tumbler”, langkah itu bisa terlihat seperti PR move yang terlalu dramatis. Orang bisa menganggap mereka lebay atau memanfaatkan situasi kecil untuk mencari simpati.

Di dunia PR, tidak semua isu harus dijawab. Kadang, silence is a PR move, terutama ketika tidak ada krisis nyata yang melibatkan brand secara langsung.

Baca Juga: Tactical Vest yang Dipakai Verrell Bramasta di Lokasi Banjir Sumbar Ternyata Buatan Bandung

5. Tidak perlu membuat kampanye UGC yang tidak relevan

UGC (user-generated content) campaign adalah strategi pemasaran di mana konten dibuat oleh pengguna, bukan oleh brand. Tujuannya untuk membuktikan bahwa pengguna benar-benar punya pengalaman positif dengan produk.

Mungkin warganet melihat ada peluang membuat kampanye UGC seperti “Unggah foto tumbler favoritmu”. Tapi bagi Kopi Tuku, langkah seperti ini mungkin maksa banget.

Kampanye UGC efektif jika berasal dari pengalaman positif pengguna, bukan dari insiden kehilangan barang yang sifatnya personal dan tidak mewakili konsumen lain.

Halaman:

Tags

Terkini