- nama jurnal,
- tahun penelitian,
- nama peneliti,
- universitas.
Cara cek cepat: Cek di Google Scholar, PubMed, atau cek langsung “Nama jurnal dan Tahun”.
Jika tidak muncul, maka 99% fabricated alias jawaban “halu”.
4. Cek konsistensi internal jawaban
Halusinasi sering muncul dalam bentuk kontradiksi.
Contoh:
- “Amazon adalah hutan hujan tersempit di dunia.”
- “Hutan hujan Amazon luasnya membentang di sembilan negara.”
Satu jawaban, dua klaim bertentangan.
5. Lihat apakah AI menjawab pertanyaan yang tidak ditanyakan (context drift)
Misalnya diberi teks tentang inflasi, tapi AI menjelaskan pengangguran. Atau diberikan artikel tentang flu burung, tapi malah menjelaskan COVID-19.
Ini tanda halusinasi berbasis konteks.
Baca Juga: Hati-hati, Berikut 9 Penyebab Artificial Intelligence atau AI Bisa Memberi Jawaban Halu!
6. Cek apakah AI menjawab pertanyaan yang mustahil
Contoh:
- “Apa nama planet ke-9 yang ditemukan tahun 2024?”
Jika AI menjawab pertanyaan dan menyebutkan nama planet, sudah pasti halusinasi, karena kenyataannya tidak ada.
Kamu bisa melakukan tes dengan memberikan pertanyaan yang memaksa model menemukan sesuatu yang tidak eksis, seperti pertanyaan di atas.
7. Tanyakan kembali pertanyaan yang sama dengan frasa berbeda