kubikel

Jangan Putus Asa Kalau Kamu Termasuk Pekerja Overqualified, Berikut 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan!

Selasa, 13 Januari 2026 | 14:15 WIB
Menjadi pekerja overqualified jangan putus asa, lakukan sejumlah hal yang membuatmu bisa menjadi aset perusahaan yang dibutuhkan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

2. Lakukan job crafting secara aktif

Jika organisasi tidak menyediakan peran yang pas:

  • Ambil inisiatif proyek kecil, proaktif mengajukan diri untuk mengambil peran di dalamnya berdasarkan kualifikasi/kompetensi kamu dalam project management.
  • Perbaiki proses kerja, kamu bisa memanfaatkan ketermapilan problem solving kamu untuk memperbaiki proses kerja yang belum efektif dan efisien.
  • Bantu atasan dalam analisis atau perencanaan dengan kemampuan project management kamu.

Ini mengubah persepsi dari “karyawan berlebih” menjadi “aset potensial”.

3. Bangun career narrative yang koheren

Masalah umum overqualification di Indonesia adalah CV terlihat “tinggi tapi tidak fokus”.

Solusi:

  • jelaskan logika pilihan karier;
  • tekankan kontribusi, bukan jabatan;
  • tunjukkan konsistensi kompetensi, bukan loncat gelar.

Baca Juga: Jenuh dengan Pekerjaan Sekarang? Solusinya adalah Pivot dengan Tetap Memerhatikan Hal-hal Berikut!

4. Pertimbangkan lateral move atau adjacent pivot

Naik jabatan tidak selalu vertikal.

  • pindah fungsi yang relevan;
  • masuk peran yang membuka ruang belajar dan exposure;
  • cari organisasi dengan job design lebih matang.

5. Pasang exit strategy yang realistis

Menurut Kerangka Career Capital (Michael B. Arthur dan Denise Rousseau, 1996), jika dalam 12–24 bulan:

 

  • tidak ada peningkatan tanggung jawab;
  • tidak ada pengembangan skill;
  • tidak ada kejelasan karier;

maka overqualification akan menjadi jebakan jangka panjang. Pertimbangkan untuk melakuan pivot karier (pndah karier/kerja) dengan perencanaan yang matang. ***

Halaman:

Tags

Terkini