Dengan mengadopsi prinsip serupa, bahwa kinerja tinggi harus sejalan dengan interaksi manusia yang positif, Netflix mencoba menerapkan model budaya yang bukan hanya produktif, tetapi juga sehat secara psikologis.
Implementasi dalam Budaya Kerja Netflix
Kebijakan ini bukan sekadar slogan. Netflix juga menerapkan hal-hal berikut sebagai bagian dari budaya kerjanya:
-
Keeper Test: Manajer secara rutin menilai apakah mereka akan berusaha keras untuk mempertahankan seorang karyawan. Jika tidak, bahkan karyawan yang kompeten bisa diminta untuk pergi demi keseluruhan tim.
-
Radical candor (keterbukaan ekstrem): Semua orang didorong untuk memberi umpan balik secara langsung, termasuk kepada atasan, dengan tetap menghormati sesama.
-
Evaluasi tim dan kolaborasi: Karyawan tidak hanya dinilai dari hasil kerja individual, tapi juga dari cara mereka berkontribusi dalam tim.
Baca Juga: Pengguna Instagram Diimbau untuk Mengabaikan Email Berisi Permintaan Reset Password
Kebijakan “No Brilliant Jerks” sering menjadi bahan diskusi dalam dunia HR dan manajemen, karena kontradiktif dengan anggapan tradisional bahwa hasil individu yang luar biasa selalu menjadi aset. Netflix memilih untuk melihat budaya kerja yang sehat sebagai aset terbesar perusahaan, dan ini menjadi salah satu alasan mengapa mereka bisa mempertahankan inovasi sekaligus kerja tim yang kuat.