Secara umum di Indonesia, Tim SAR adalah dari Basarnas, jalur ASN/Aparatur Negara. Pendidikan formal minimum adalah SMA/SMK dan sederajat.
Jika punya strata pendidikan D3/S1 menjadi nilai tambah, terutama untuk kesehatan (keperawatan, kedokteran), teknik (mesin, elektro, sipil), pelayaran/penerbangan, dan komunikasi dan IT.
Sementara jalur SAR Profesional Teknis (Spesialis) untuk peran tertentu dengan latar belakang pendidikan spesifik yang sangat relevan, seperti:
1. SAR Medic
- D3/S1 Keperawatan;
- Profesi Dokter;
- Paramedis / tenaga kesehatan
2. SAR Maritim / Udara
- Pendidikan pelayaran;
- Penerbangan (teknisi, pilot, navigator);
- Teknik mesin/elektro.
Baca Juga: Setelah 12 Tahun Hilang, Pesawat MH370 Dicari Lagi! Tanggal Pencarian Sudah Ditetapkan
3. USAR / Teknis
USAR adalah Urban Search And Rescue, tim SAR khusus bencana di wilayah perkotaan yang ahli menangani korban di lingkungan runtuh atau berbahaya (seperti gempa bumi).
- Teknik sipil, struktur;
- Teknik mesin;
- Teknik elektro.
Selain itu ada SAR relawan yang tidak ada batas minimal yang ketat. Umumnya SMA atau sederajat sudah dinggap cukup.
Yang pasti, semua tim SAR ini wajib mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar SAR. Ini karena SAR adalah operasi yang punya risiko tinggi (baik bagi korban maupun rescuer), sehingga tidak mentoleransi improviasi yang tidak standar dalam operasinya.
Diksar ini akan menyatukan SOP, bahasa, dan komando, menetapkan kompetensi minimum yang standar, memberikan legitimasi hukum dan etika, sehingga menjadi fondasi profesionalisme SAR.
***