kubikel

Menurut Sebuah Studi, Jam Kerja Lebih Panjang Tidak Lalu Menjadi Lebih Produktif

Jumat, 23 Januari 2026 | 15:14 WIB
Durasi jam kerja yang panjang tidak lalu menjadikan pekerja menjadi lebih produktif. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pada kenyataannya, menurut yang disampaikan di businessdailymedia.com yang menyoroti tentang durasi jam kerja yang ideal ditinjau secara ilmiah, ada implikasi pada kesehatan terhadap pekerja yang overworking (jam kerjanya melebihi durasi ideal).

Pekerja yang bekerja melebihi 40 jam per pekan (rata-rata 8 jam/hari), bisa terkena implikasi kesehatan berupa:

  • Peningkatan Risiko Penyakit Kardiovaskular: Penelitian menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 60% bagi mereka yang bekerja lebih dari 10 jam sehari.
  • Burnout: Lembur yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, kelelahan, dan suasana hati yang buruk. Burnout terjadi ketika kamu merasa ada ketidakseimbangan antara upaya kerjamu dan imbalan yang kamu terima, yang menyebabkan ketidakpuasan terhadap pekerjaanmu.
  • Peningkatan Ketergantungan Zat: Studi mengungkapkan bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan peningkatan ketergantungan pada zat-zat seperti alkohol, kopi, atau bahkan narkoba.

Baca Juga: Urutan Upah Minimum Per Jam di 100 Negara dari Tertinggi-Terendah. Indonesia Ada di Urutan Berapa?

Tentu saja durasi kerja 8 jam per hari itu juga harus benar-benar diatur dan dikelola dengan benar supaya produktif, dengan memerhatikan hal-hal berikut ini:

  • Waktu istirahat terjadwal,
  • Pengurangan gangguan eksternal,
  • Distribusi tugas berdasarkan prioritas kerja.

Bekerja 8 jam (bahkan kurang) tanpa memerhatikan hal-hal tersebut di atas sudah pasti tetap tidak akan produktif. ***

Halaman:

Tags

Terkini