kubikel

Elon Musk Sarankan untuk Tidak Mengandalkan CV Saja saat Merekrut Karyawan

Minggu, 15 Februari 2026 | 11:27 WIB
Elon Musk menyarankan untuk tidak mengandalkan CV saat merekrut karyawan. (Instagram @elonmusk.og)

Ternyata tidak sesederhana itu.

Menurut Musk, kredensial kuat dan pengalaman kerja mentereng belum tentu menjamin kecocokan. Sekarang dia lebih menekankan bakat, dorongan kerja, dan yang tak kalah penting, karakter.

Goodness of heart itu penting,” katanya. "Apakah orang tersebut baik? Bisa dipercaya? Cerdas dan pekerja keras?"

Tekanan kerja

Meski begitu, tantangan SDM di perusahaan-perusahaan Elon Musk belum berhenti. Dalam beberapa tahun terakhir, ada cukup banyak eksekutif yang hengkang.

Sebagian dari mereka ingin membangun startup sendiri, sebagian lagi kelelahan, atau tidak sepakat dengan arah strategis dan keputusan politik Musk.

Baca Juga: Mengapa Kamu Perlu Merespons 'Rejection Letter' yang Menyatakan Kamu Tidak Diterima Bekerja?

Di startup AI miliknya, xAI, tekanan kerja disebut sangat tinggi. Mike Liberatore, CFO xAI, bahkan keluar setelah tiga bulan dan kemudian bergabung dengan OpenAI. Dalam unggahannya, ia menggambarkan ritme kerja 120 jam per minggu itu gila banget sih.

Hubungan Musk dengan OpenAI sendiri juga memanas. Ia pernah menjadi investor awal perusahaan itu, namun kini bersaing ketat, terutama dengan CEO OpenAI, Sam Altman.

Bahkan, Musk sempat menggugat OpenAI dan Apple atas dugaan praktik anti-persaingan. Di pihak lain, OpenAI menuduhnya mencoba menghambat perkembangan mereka.

Semua dinamika ini menunjukkan satu hal: membangun tim hebat bukan cuma soal CV yang mengilap. Bagi Elon Musk, hasil interview, intuisi, dan karakter pelamar, sering kali berbicara lebih jujur daripada gelar dan pengalaman kerja ⁰di atas kertas.

Halaman:

Tags

Terkini