kubikel

Cara Merespons Jika Ada Rekan Kerja yang Menangis di Kantor, tapi Pahami Juga Batasan Kamu!

Senin, 30 Maret 2026 | 20:10 WIB
Ilustrasi: Apa yang harus dilakukan jika ada rekan kerja yang menangis di kantor? (LinkedIn)

 Jelaskan singkat saja. Bantu orang lain mengerti kalau tangisan kamu muncul karena kamu sangat peduli atau bersemangat dengan pekerjaan tersebut. Jelaskan secara singkat apakah ini terkait pekerjaan atau bukan, biar mereka tahu bagaimana menanggapi permasalahan kamu.

 Cari bantuan secara profesional. Kalau rasa kewalahan ini terus berlanjut, jangan sungkan untuk bicara dengan dokter, psikolog, atau mungkin mentor kamu?

Kalau kamu rekan kerja atau atasan:

 Selalu siap sedia. Ingat, anak buah kamu itu manusia biasa yang bisa menangis kapan saja. Menyediakan diri agar mereka bisa bercerita, atau sekadar mengusap pundaknya bisa sangat berarti bagi mereka, lho.

 Tunjukkan empati. Jadilah pendengar yang baik. Jangan buru-buru mengambil kesimpulan negatif atau menghakimi, dan hargai privasi mereka.

Baca Juga: Mengapa Microsoft Office Makin Nggak Favorit, dan Apa Alternatif Aplikasi Perkantoran Lain?

 Lawan anggapan kamu yang tidak berdasar. Ingat, satu pengalaman menangis tidak lantas membuat seseorang lemah atau tidak profesional.

 Pahami batasan kamu. Sebagai manajer, cek apakah tangisan rekan kerja atau anak buah kamu itu disebabkan oleh hal-hal yang berada di bawah pengawasan kamu. Misalnya, soal beban kerja. Pahami kewajiban kamu sebagai pemimpin.

 Tahu kapan harus berhenti. Jangan lupa, kamu hanya rekan kerja atau atasan yang kebetulan tahu. Tidak semua masalah orang lain bisa kamu atasi. Kamu juga perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk menyarankan mereka mencari bantuan profesional.

Dunia kerja dan kehidupan memang penuh dengan ketidakpastian yang terkadang bikin kita overwhelmed. Menangis adalah bagian alami dari perilaku manusia, jadi nggak perlu kaget kalau sesekali itu terjadi di tempat kerja.

Halaman:

Tags

Terkini