kubikel

4 Respon yang Harus Kamu Lakukan Dalam Menghadapi Atasan yang NPD alias Narcissistic Personality Disorder

Selasa, 7 April 2026 | 18:40 WIB
Salah satu cara menghadapai seorang atasan yang NPD adalah selalu menyertakan argumentasi dengan data. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)


Pejuangkantoran.com
– Ketika ada yang berperilaku Narcissistic Personality Disorder (NPD), memang “menyebalkan”. Orang-orang seperti ini biasanya akan merasa dirinya sangat Istimewa, selalu butuh validasi, nirempati, suka memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi, antikritik, suka cari muka, dan sebagainya.

Menjadi lebih menyebalkan ketika yang berperilaku NPD adalah atasan. Ini akan memuat bawahan menjadi serba kikuk karena hubungan hierarki di organisasi kantor.

Namun, bukan berarti kemudian kita akan mendiamkannya atau cue katas perilaku ini. Sebab, membiarkan perilaku NPD di kantor, entah itu atasan, rekan seleval, atau bawahn, tetap saja akan membuat hubungan kerja menjadi tidak kondusif.

Masing-masing menjadi berprinsip “lu-lu gua-gua”, yang penting urusan dan tugas pribadi selesai. Kerja kolaboratif menjadi minim bahkan hilang.

Padahal, sebuah organisasi yang tidak kolaboratif bisa dipastikan rapuh dan bisa membawa performa bisnis menurun. Warning bagi yang mencari nafkah di dalamnya!

Secara umum, perilaku NPD ini memang bisa diperbaiki, namun tidak bisa sembuh total, apalagi jika yang berprilaku demikian adalah atasan.  

Memperbaiki Respon Kamu Bukan Atasan

Yang bisa kita lakukan adalah mengelolanya, terutama mengelola dari diri kita sendiri. Kita bisa mengelola pengaruh dari atasan yang NPD agar lebih terkontrol di forum formal (misal rapat) dan lebih berhati-hati ketika ada evaluasi.

Jadi yang kita “perbaiki” adalah respon kita atas ke-NPD-an atasan. Kita tidak bisa “memperbaiki” atasan secara langsung.

Baca Juga: Bagaimana Dampak Buruk NPD pada Organisasi Kantor dan Bisa Membuat yang Bertalenta Resign?

Yang bisa kita lakukan dalam rangka “perbaikan” respon adalah:

1. Mengelola interaksi (interaction management)

  • Gunakan komunikasi berbasis data (logos).
  • Hindari konfrontasi ego.

2. Mengatur ekspektasi

  • Jangan berharap empati tinggi.
  • Fokus pada output kerja, bukan hubungan emosional.

3. Membuat sistem perlindungan diri

Ini penting banget, karena bisa menjadi bukti ketika kamu butuh perlindungan diri:

Halaman:

Tags

Terkini