kubikel

Mengapa Meeting yang Dibatalkan Mendadak Bikin Kita Merasa Punya Waktu Luang Lebih Lama?

Jumat, 10 April 2026 | 10:48 WIB
Ilustrasi: Kenapa sih pada seneng kalau meeting dibatalkan mendadak? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Siapa yang paling happy kalau meeting yang sudah dijadwalkan tiba-tiba dibatalkan? Rasanya lega banget, berasa ada waktu luang tambahan meskipun meeting itu mungkin hanya ditunda buat besok.

Kalau kamu merasa waktu luang yang mendadak ini rasanya jauh lebih panjang daripada waktu istirahat, ternyata itu bukan cuma perasaanmu saja. Ada penjelasan ilmiahnya.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the Association for Consumer Research menyebut fenomena ini sebagai windfall time atau bisa kita bilang "waktu rejeki nomplok".

Baca Juga: Lowongan Kerja di ASEAN: Peluang Strategis di Misi Australia, Jakarta

Kenapa satu jam terasa lebih dari 60 menit?

Para peneliti menemukan, ketika kita mendapatkan waktu luang secara tak terduga seperti saat meeting dibatalkan mendadak, kita cenderung menganggap waktu tersebut lebih lama dibandingkan waktu luang yang sudah kita rencanakan sejak awal.

"Satu jam yang diperoleh terasa lebih lama dari 60 menit, dan penyimpangan dari ekspektasi tersebut menciptakan rasa peluang yang unik," kata Gabriela Tonietto, profesor pemasaran di Rutgers Business School sekaligus penulis utama penelitian ini.

Hal itu terjadi karena awalnya kita berekspektasi bakal sibuk dan nggak punya waktu sama sekali. Saat waktu itu tiba-tiba tersedia, otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang sangat melimpah.

Secara psikologis, rasa terkejut itu mengubah cara kita memandang detak jam.

Bagaimana cara menghabiskan waktu tambahan ini?

Baca Juga: Cari Teman Baru Sekaligus Upgrade Diri? Ini 9 Hobi Sosial yang Sedang Naik Daun

Perubahan persepsi ini ternyata berpengaruh banget ke cara kita memilih aktivitas. Dalam survei yang melibatkan lebih dari 2.300 peserta, peneliti menemukan hal unik. Orang yang mendapatkan waktu luang mendadak cenderung memilih kegiatan yang durasinya lebih lama.

Misalnya begini, kalau kamu tiba-tiba punya waktu kosong satu jam karena meeting dibatalkan, kamu mungkin berani mengambil tugas yang butuh waktu 45 menit untuk menyelesaikannya.

Padahal, kalau itu waktu luang yang sudah kamu rencanakan sebelumnya, mungkin kamu cuma bakal melakukan hal-hal kecil saja. Kenapa? Karena saat dapet kejutan, waktu rasanya jadi lama banget.

Efek ini masih terasa ketika kamu memilih mau lanjut kerja atau mau santai sejenak. Mau dipakai buat balas email atau cuma buat bengong sambil ngopi, tabungan waktu masih terasa melimpah.

Halaman:

Tags

Terkini