kubikel

Kenapa Banyak Orang Lebih Produktif Saat Kerja di Coffee Shop?

Senin, 25 Mei 2026 | 10:15 WIB
Tren WFC untuk Gen Z

PejuangKantoran.com - Pernah merasa lebih fokus mengerjakan tugas di coffee shop dibanding di rumah? Ternyata, fenomena ini memang nyata dan memiliki penjelasan psikologis yang dikenal sebagai coffee shop effect.

Menurut para ahli kesehatan mental dan neuroscience, suasana coffee shop mampu menciptakan kombinasi stimulasi yang pas untuk membantu otak bekerja lebih optimal.

Salah satu alasan utama seseorang merasa lebih produktif di coffee shop adalah karena efek novelty atau suasana baru. Saat berada di tempat yang berbeda dari rutinitas sehari-hari, otak menjadi lebih waspada dan fokus.

Psikolog Nicole Moshfegh menjelaskan bahwa berpindah tempat dapat membantu memutus pola kebiasaan yang biasanya muncul di rumah, seperti rebahan, menonton TV, atau terdistraksi pekerjaan rumah tangga.

Sementara itu, neuroscientist Catherine Franssen menyebut bahwa aroma kopi, suara mesin espresso, hingga aktivitas orang-orang di sekitar memberikan stimulasi sensorik ringan yang membuat otak tetap aktif tanpa terasa berlebihan.

Baca Juga: Doomjobbing Malah Cikin Mental Capek, Segera Cari Tahu Cara Berhenti dari Kebiasaan Ini!

Background Noise Justru Membantu Fokus

Menariknya, suasana yang sedikit ramai justru bisa meningkatkan konsentrasi bagi sebagian orang. Para ahli menyebut tingkat kebisingan moderat seperti percakapan pelan atau suara cangkir kopi dapat membantu otak tetap terstimulasi.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ambient noise pada level tertentu dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir.

Karena itu, banyak orang merasa lebih mudah brainstorming, menulis, atau mengerjakan pekerjaan kreatif di café dibanding di ruangan yang terlalu sunyi.

Ada Efek “Tekanan Sosial” yang Halus

Faktor lain yang cukup berpengaruh adalah keberadaan orang lain. Saat berada di coffee shop dan melihat orang-orang bekerja dengan laptop atau membaca buku, otak secara tidak sadar ikut terdorong untuk tetap produktif.

Fenomena ini dikenal sebagai social facilitation—yaitu kecenderungan manusia menyesuaikan perilaku dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

Baca Juga: Gojek Ubah Skema Bagi Hasil: Driver Terima Penghasilan 92%, Penumpang Tetap Bayar Sama

Banyak pengguna internet juga mengaku merasa “malu” jika terlalu banyak bermain ponsel atau bermalas-malasan di café, sehingga mereka lebih disiplin menyelesaikan pekerjaan.

Meski nyaman, rumah sering kali dipenuhi berbagai distraksi kecil: tempat tidur, televisi, kulkas, tumpukan laundry, hingga keinginan untuk rebahan sebentar yang akhirnya kebablasan.

Halaman:

Tags

Terkini