PejuangKantoran.com - Kamu merasa sudah siap banget menghadapi wawancara kerja, tapi pas masuk ruangan, pertanyaan bos atau HR-nya malah di luar dugaan! Panik, nggak? Ya paniklaaah... masa enggak? Hm... outdated banget ya ini istilahnya.
On a serious note, kamu mungkin sudah biasa dengan wawancara via telepon, video call, atau group interview. Tapi, sudah pernah mendengar istilah competency-based interview apa belum?
Biar nggak kaget kalau ketemu model wawancara seperti ini, yuk kita bedah santai poin-poin pentingnya!
Baca Juga: Naik Gaji Tapi Kok Nggak Terasa Perubahannya? Ini yang Lagi Terjadi di Accenture dan Deloitte
Apa itu competency-based interview?
Terjemahan langsungnya, wawancara berbasis kompetensi. HR tidak cuma melihat deretan pengalaman di CV atau ijazahmu, tapi fokus menilai apakah kamu punya keahlian yang pas untuk posisi tersebut.
Logikanya simpel, pewawancara ingin tahu bagaimana cara kamu menangani masalah di masa lalu. Dari situ, mereka bisa menebak bagaimana kinerjamu kalau menghadapi situasi serupa di masa depan.
Model wawancara seperti ini sering dipakai untuk posisi entry-level atau lulusan baru (fresh graduate) yang memang belum punya pengalaman kerja segunung.
Perusahaan ingin melihat potensi dan cara kerjamu secara praktis. Pertanyaannya bisa menguji berbagai hal seperti:
- Kemampuan komunikasi.
- Keterampilan perencanaan dan organisasi.
- Cara kamu menyelesaikan masalah (problem-solving).
Baca Juga: Bentuk Empati ke Penyandang Kanker, Ciccio Manassero Turunkan Berat Badan 8 Kg di 'Rumah Singgah'
Makanya, mereka bukan cuma mau tahu apa yang pernah kamu kerjakan, tapi bagaimana cara kamu berpikir dan bekerja.
Contoh skill yang dinilai
Walaupun tiap industri punya standar berbeda, ada beberapa kompetensi umum yang biasanya dicari HR saat menjalankan competency-based interview:
- Kerja tim. Seberapa jago kamu berkolaborasi dengan orang lain.
- Tanggung jawab. Kemauanmu untuk memegang kendali atas tugas-tugas yang diberikan.
- Komunikasi. Cara kamu menyampaikan ide dan berinteraksi.
- Pengambilan keputusan. Prosesmu dalam menentukan pilihan terbaik.
- Kepemimpinan. Kemampuan mengarahkan dan memotivasi tim.
Bagaimana bentuk pertanyaannya?
Ciri khas dari competency-based interview adalah pertanyaan yang meminta contoh nyata. Polanya biasanya seperti ini: