Si perasa
Kelompok ini paling sering memikirkan perasaan dan kondisi tubuh mereka sendiri. Rata-rata yang masuk kelompok ini usianya paling muda, sekitar 32 tahun, dan mayoritas perempuan.
Mereka juga paling sering kepikiran hal-hal yang nggak diinginkan atau muncul tiba-tiba. Kata-kata yang sering terlintas itu antara lain terapis, sakit, dan kewalahan.
Si pekerja keras
Isi pikiran kelompok ini terbagi antara kerjaan dan waktu senggang. Pikiran tentang pekerjaan 50% lebih banyak dari rata-rata, tapi tetap sempat memikirkan hobi dan hiburan. Kelompok ini juga yang penghasilan dan tingkat kebahagiaannya paling tinggi di antara semua tipe pemikir.
"Banyak hal tentang arti menjadi manusia yang berkaitan dengan apa yang sedang terjadi di dalam kepala kita," kata Dr. Joshua Tasoff, salah satu penulis senior studi tersebut.
"Faktanya, kita sebagai ekonom belum benar-benar melihat hal itu. Luar biasa," tambahnya.
Studi ini juga sempat menguji ucapan lama dari filsuf Marcus Aurelius, yang mengatakan bahwa kebahagiaan hidup itu tergantung dari kualitas pikiran seseorang.
Dan menurut hasil penelitian ini, apa yang dipikirkan orang memang jadi faktor paling kuat untuk memprediksi kebahagiaan mereka, lebih kuat dari faktor lain yang diteliti.
Hanya saja, penelitian ini masih terbatas ke orang-orang dari negara maju dan berpendidikan tinggi. Jadi belum tentu hasilnya sama kalau diterapkan ke populasi dunia yang lebih luas.
Kalau kamu termasuk tipe pemikir yang mana?