• 22% ingin punya stok kandidat cadangan (talent pool) kalau sewaktu-waktu ada karyawan yang keluar (turnover).
• 16% iseng pasang loker, siapa tahu ada outstanding talent yang kebetulan melamar.
Lalu apa solusinya?
Agar tidak membuang waktu 45 menit cuma untuk mengisi satu lowongan kerja yang ternyata palsu, yok lebih selektif lagi saat mencari. Caranya, cek tanggal publikasi loker tersebut.
Jika posisi itu sudah menggantung lebih dari sebulan tanpa ada pembaruan, besar kemungkinan itu lowongan kerja palsu. Periksa juga akun LinkedIn atau situs resmi perusahaannya untuk melihat apakah mereka benar-benar aktif merekrut.
Daripada burnout gara-gara apply ke ratusan loker yang ternyata tidak sah, fokus saja membangun jejaring atau mencari jalur rujukan (referral). Cara lama ini sering kali jauh lebih ampuh untuk diterima kerja saat ini.