• 22% ingin punya stok kandidat cadangan (talent pool) kalau sewaktu-waktu ada karyawan yang keluar (turnover).
• 16% iseng pasang loker, siapa tahu ada outstanding talent yang kebetulan melamar.
Lalu apa solusinya?
Agar tidak membuang waktu 45 menit cuma untuk mengisi satu lowongan kerja yang ternyata palsu, yok lebih selektif lagi saat mencari. Caranya, cek tanggal publikasi loker tersebut.
Jika posisi itu sudah menggantung lebih dari sebulan tanpa ada pembaruan, besar kemungkinan itu lowongan kerja palsu. Periksa juga akun LinkedIn atau situs resmi perusahaannya untuk melihat apakah mereka benar-benar aktif merekrut.
Daripada burnout gara-gara apply ke ratusan loker yang ternyata tidak sah, fokus saja membangun jejaring atau mencari jalur rujukan (referral). Cara lama ini sering kali jauh lebih ampuh untuk diterima kerja saat ini.
Artikel Terkait
Bukan Investasi, Lakukan 3 Langkah Ini Biar Keuanganmu Tidak Goyah saat Terjadi Keadaan Darurat
Karyawan Baru Nggak Perlu Takut Sama AI, Kini Bisa Akselerasi Karier Kamu
BRI Terus Pacu Transformasi BRIvolution Reignite, Cetak Kinerja Solid di Triwulan I 2026
Selain Alejandro Garnacho, Ini Skuad Aston Villa yang Siap Hadapi Indonesia All Stars di Jakarta
WhatsApp Web Akhirnya Bisa Dipakai untuk Terima Telepon dan Video Call melalui Laptop
10 Kesalahan Berbahaya Dalam Memperlakukan Power Bank yang Tidak Kita Sadari
Berkaca Atas Kejadian Terbakarnya Powerbank Dalam Penerbangan Batik Air , Ini 4 Alasan Teknis Mengapa Alat Elektronik Bisa Terbakar di Dalam Pesawat