kubikel

Begini Cara Kerja Applicant Tracking System untuk Pelamar Maupun Manajer Perekrutan

Selasa, 7 Maret 2023 | 18:00 WIB
Ilustrasi: Applicant Tracking System mengembangkan profil calon pekerja yang ideal berdasarkan informasi dari manajer perekrutan. (Screenshot Youtube The Staffing Circle)

ATS mengambil data resume dan mengubahnya menjadi konten yang dapat dicari yang mudah dipindai dan dipahami oleh sistem.

Setelah resume direduksi menjadi informasi kritisnya, ATS dapat melihat apakah CV tersebut sesuai dengan kriteria pemberi kerja atau tidak.

Ada pula ATS yang dilengkapi dengan serangkaian pertanyaan dan/atau tes yang harus diisi oleh pelamar saat itu juga. Beberapa resume akan ditolak secara otomatis berdasarkan jawaban atas pertanyaan yang paling mendasar.

Ini disebut sebagai pertanyaan sistem gugur karena mereka "menjatuhkan" pelamar dari pencalonan.

Contoh dari jenis pertanyaan ini adalah, "Apakah Anda memiliki sertifikat X?" Pelamar yang tidak memiliki sertifikat akan didiskualifikasi, atau minimal ditandai untuk dieliminasi.

ATS mungkin juga memiliki parameter yang ditetapkan oleh HR Manager yang dapat membantu menyisihkan pelamar lebih lanjut.

Baca Juga: Tak Salah Buat Surat Lamaran Kerja Pakai ChatGPT, Tapi HRD Tetap Butuh Ini dari Pelamar

Kalau ada lamaran kerja memenuhi parameter yang ditetapkan, lamaran ini akan dilanjutkan ke fase berikutnya. Jika tidak, calon tersebut akan tersingkir.

Beberapa sistem pelacakan pelamar akan meninjau CV kamu untuk mengetahui seberapa cocoknya dengan profil kandidat yang “ideal”. Kecocokan itu kemudian diberi skor tertentu. Jika skornya cukup tinggi, manajer perekrutan akan meninjaunya kembali.

Jadi, jangan merasa ada sesuatu yang sifatnya personal kalau kamu tidak lolos seleksi kerja tahap awal. Banyak lamaran yang langsung terhapus oleh sistem bahkan sebelum satu orang pun melihatnya.

Halaman:

Tags

Terkini