Kimberley lalu memposting iklan pekerjaan tersebut dalam obrolan grup UX Writer di perusahaan, dan bertanya apakah mereka diizinkan untuk melamar pekerjaan itu.
Iklan tersebut akhirnya diturunkan, tetapi kemudian muncul kembali di situs web karier, menurut penulisnya.
“Tunggu, mereka baru saja mempostingnya lagi sebagai postingan pekerjaan terpisah. Siapa di HR yang salah paham dengan penugasan ini? Bisakah saya melamar lagi?” katanya lagi.
Manajemen perusahaan mengatakan itu adalah posting internal, dan tidak dimaksudkan bagi siapa pun untuk melamar secara eksternal. Sebab, perusahaan publik secara hukum harus memposting pekerjaan meskipun itu adalah untuk internal.
“Tapi itu tidak menyelesaikan fakta bahwa seseorang secara internal sekarang masih akan menghasilkan 32.000 dollar lebih banyak kan?” tukas Kimberley.
Menurutnya, karyawan diberi tahu bahwa tidak ada yang mendapat kenaikan gaji, dan diancam dengan kemungkinan PHK.
"Karena, adakah cara yang lebih baik untuk membuat orang mengambil apa yang mereka dapat dan tutup mulut selain mengancam mereka akan kehilangan pekerjaan?" sindirnya.
Baca Juga: Contoh Jawaban Ketika Ditanya Soal Ekspektasi Gaji Saat Interview Kerja
Pada situs BuzzFeed, Kimberley mengatakan dia merasa tidak dihargai setelah melihat lowongan pekerjaan tersebut. "Saya tidak mendekati apa yang diiklankan oleh daftar itu," katanya.
Dia menambahkan atasannya belum menanggapi lamarannya. Dia malah merasa atasan akan memecatnya karena menimbulkan semua keributan ini.
Kimberley lalu men-tweet bahwa dia "secara resmi mengumumkan bahwa dia sedang mencari peran UX Writer".
“Saya senang perusahaan merasakan lebih banyak tekanan, tetapi tidak ada yang menang jika kita semua dipecat satu sama lain,” ucapnya pasrah.
Nah, bagaimana menurut kamu, apa alasan sebenarnya perusahaan tidak menaikkan gaji Kimberley?