Setelah mendapatkan jawabannya, gunakan metode “quitting coach” untuk membantu merencanakan jalan keluar terbaik. Banyak orang yang bisa kamu andalkan untuk menjadi “coach”, seperti teman, keluarga, atau bahkan rekan kerja yang sudah dipercaya.
Pastikan saja mereka adalah orang yang mengutamakan kepentingan jangka panjang dirimu.
Jangan memaksa bertahan karena takut merasa gagal
Baca Juga: Guardians of The Galaxy Akhirnya Tayang di Indonesia: Jangan Lupa Nonton
Banyak orang yang tidak mau berhenti sebelum mencapai sesuatu yang menjadi tujuannya. Mereka tidak suka melihat dirinya “gagal” karena tidak berhasil menyelesaikan apa yang sudah dibayangkannya.
Padahal, kamu tidak perlu melihatnya seperti itu.
Saat menetapkan tujuan yang ingin dicapai, pastikan kamu menyertakan kata "kecuali". Misalnya, “Aku ingin jadi manajer di kantor itu, kecuali lingkungan kerjanya sudah tidak sehat untukku, maka aku akan berhenti.” atau “Aku akan mendapatkan promosi itu kecuali atasan mengharapkanku melakukan hal-hal yang tidak etis.“
Dengan berpikir seperti ini, kamu tidak akan berusaha terlalu keras. Kamu tetap memiliki tujuan dalam bekerja, tetapi siap untuk berhenti saat mencapainya ketika sudah ada yang salah. (Elga Windasari)