Pertanyaannya adalah: Seberapa efektifkah perwujudan dalam menciptakan perubahan nyata?
Profesional kesehatan Dr. Phil McGraw, PhD, dan kepala petugas medis WebMD Dr John Whyte menemukan hasil yang menarik.
Sisi negatif dari manifestasi, kamu tidak bisa mendapatkan rejeki nomplok miliaran rupiah atau pinggang yang lebih ramping hanya dengan membayangkannya.
Sisi positifnya, terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kata-kata dan berpikir positif dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup. Kuncinya adalah meningkatkan motivasi.
Para ahli kesehatan mental telah lama mengetahui bahwa berpikir positif mempunyai kekuatan.
Baca Juga: 6 Teknik Manifestasi Uang yang Disebut Bisa “Menarik Kekayaan” Agar Lebih Dekat dengan Hidupmu
Prinsip utama terapi perilaku kognitif —pengobatan psikologis yang banyak digunakan— adalah bahwa pikiran adalah perilaku, karena pikiran dapat diamati oleh setidaknya satu orang: diri kita sendiri.
Jadi pola berpikir positif sebenarnya bisa membantu kita berperilaku menuju kesuksesan.
"Optimisme yang dipelajari" dapat membantu mengatasi masalah
Bapak psikologi positif, Martin Seligman, mengembangkan konsep "optimisme yang dipelajari".
Jadi, dengan menjelaskan suatu peristiwa dengan menggunakan istilah-istilah positif, kamu dapat menyikapi permasalahan hidup secara konstruktif.
Optimisme juga dapat memengaruhi kesehatan fisik. Menurut Mayo Clinic, berpikir positif dapat menurunkan tingkat depresi dan keterampilan mengatasi yang lebih baik selama periode stres.
Data juga menunjukkan pentingnya hubungan otak dan tubuh. Berkat neuroplastisitas otak, pemikiran optimis menciptakan jalur saraf baru yang meningkatkan fungsi kognitif.
Baca Juga: Jangan Takut Tetapkan Batasan saat Masuk ke Tempat Kerja Baru, Ini Alasannya!
Manifestasi tidak bisa mengganti tindakan