Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pewawancara berinteraksi dengan rekan-rekannya saat wawancara panel.
Kamu diminta mengerjakan tugas yang bukan pekerjaanmu
Menurut Adunola Adeshola, pendiri program coaching careerREDEFINED, hal itu merupakan tanda bahwa kamu mungkin akan memiliki pekerjaan yang akan berbeda dari deskripsi pekerjaan pada lowongan pekerjaan.
Tanda lain dari lingkungan kerja yang toxic adalah, saat wawancara kerja kamu mendengar tanggung jawab pekerjaan yang terus berubah. Ada kemungkinan kamu akan memiliki pekerjaan yang tidak jelas ekspektasinya.
Pewawancara memberikan pertanyaan atau komentar yang tidak pantas
Jika kamu merasa tidak nyaman atau bahkan terkejut dengan pertanyaan atau komentar yang diberikan pewawancara, percayalah pada nalurimu dan berhati-hatilah.
Baca Juga: Ekspektasi Gaji yang Kamu Minta saat Wawancara Kerja Terlalu Besar, Diterima atau Tidak?
Pewawancara yang ringan saja dalam memberikan komentar yang tidak pantas pada orang yang baru dikenalnya, pasti tidak jauh berbeda perilakunya saat kamu sudah bekerja di perusahaannya.
Di-ghosting HRD dan jadwal wawancara terus diubah
Jika perusahaan tidak menghargai waktumu selama proses rekrutmen, kecil kemungkinan mereka akan menghargai waktumu setelah mulai bekerja.
Tentu saja, kamu harus bersikap fleksibel dan mudah beradaptasi terhadap perubahan yang tiba-tiba.
Namun, jika kamu mendapati wawancara terus-menerus dijadwal ulang atau di-ghosting HRD selama berbulan-bulan, artinya perusahaan tersebut tidak memprioritaskan pekerjaan tersebut.
Kamu tidak memiliki kesempatan berbicara selama wawancara
Jika pewawancara mendominasi percakapan, hanya berfokus pada diri sendiri atau perusahaan, serta tidak memberikan kesempatan untuk mendiskusikan keahlian dan keahlianmu, ini merupakan red flag saat wawancara kerja yang tidak boleh diabaikan.
Mendapat pekerjaan tanpa mengungkapkan banyak tentang kualifikasi dan keahlianmu menandakan perusahaan tersebut putus asa dan sangat ingin mempekerjakan seseorang.