PejuangKantoran.com - Banyak orang tidak mampu menerima kritik secara konstruktif, dan langsung overthinking. Kamu dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan seperti: "Apa betul saya seburuk itu?" "Mengapa saya tidak bisa menggunakan waktu yang terbuang untuk memikirkan kesalahan tersebut untuk memperbaiki kesalahan saya?" Bagaimana cara mengatasi rasa takut dikritik itu?
Hubungan kita dengan kritik dan umpan balik negatif dibentuk oleh banyak faktor: hubungan kita dengan orang tua, pengalaman masa kecil, kepribadian kita, pengaruh teman sebaya, dan lain sebagainya. Namun, pahami akar dari pertahanan diri yang berlebihan terhadap kritikan negatif itu. Merasa bersalah atau malu, atau kecewa setelah dikritik, adalah cara pikiran kita mencoba memahami pengalaman buruk yang ingin kita hindari di masa depan.
Baca Juga: Serunya Rebutan Kuota ST009 yang Laku Keras Kayak Tiket Konser Blackpink
Ada dua alasan mengapa kamu tak tahan dikritik, dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rasa takut dikritik:
1. Bias negatif
Pernah nggak kamu merasa seseorang bisa memuji kamu berulang kali, tetapi begitu mereka mengkritik sekali, telinga kamu langsung meradang? Kecenderungan ini disebut sebagai bias negatif. Bias negatif terjadi saat kita lebih cepat bereaksi terhadap rangsangan negatif, atau mengingat aspek negatif dari suatu pengalaman. Kita terdorong untuk membesar-besarkan dan memikirkan hal-hal negatif.
Ini tak cuma berlaku untuk yang dikritik. Ada juga orang yang mengandalkan bias negatif melalui kata-kata tajam atau hiperbola untuk menegur orang lain. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa kritikan lebih efektif dan lebih cepat pula direspons.
Oleh karena itu, simak tiga cara untuk menangani kritikan yang tidak menyenangkan:
Baca Juga: Haruskah Bon Makanan Dibagi Rata? Ini 5 Etiket Split Bill Saat Makan Bersama di Restoran
Dapatkan kejelasan. Minta masukan tertulis, atau tanyakan secara rinci kepada seseorang bagaimana kamu bisa memperbaikinya. Tahu lebih spesifik tentang apa yang memicu kritikan negatif bisa membantu kamu mencegah rasa tidak berdaya menghadapinya.
Fokus pada hal-hal positif. Kalau kamu menilai kritikan itu menyakitkan, sepertinya kamu hanya mempertimbangkan sisi negatifnya saja. Daripada bereaksi terhadap kritikannya saja, lebih baik pikirkan apa yang sebenarnya diminta.
Latih kesadaran. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science menjelaskan bahwa mengakui dan menerima perasaan dengan tenang akan membantu kita melihat sisi negatif dan positif secara setara.
2. Takut mengambil risiko
Takut menerima kritik negatif pada dasarnya adalah naluri sosial. Harga diri kita kesenggol akibat evaluasi yang kurang baik. Sayangnya, ini menunjukkan bahwa umpan balik negatif akan lebih menyengat kita karena menyentil ego yang sudah melemah. Menurut penelitian, itu membuat kita menuntut validasi sosial, yang mungkin kita cari melalui media sosial. Tentu, ini bukan strategi antisipasi yang baik.
Ketakutan akan dikucilkan, atau dianggap berbeda, membuat kritikan negatif terkesan seperti pengusiran —bahwa kamu tidak diinginkan atau tidak pantas berada di situ. Kebutuhan kamu akan rasa aman dan penerimaan terganggu.
Baca Juga: Teman Kantor Bau Badan, Gimana Cara Menegur Orang Bau Badan Biar Tak Tersinggung?
Ada dua cara untuk mengurangi rasa takut tak diinginkan:
Habiskan lebih banyak waktu sendirian untuk memahami hal-hal yang kamuhargai. Menikmati kesendirian dapat memastikan bahwa kamu tidak akan terpengaruh pendapat orang lain tentang dirimu.