Vincent menyebut bahwa bosnya merasakan penurunan semangat kerjanya dalam beberapa bulan terakhir. Memang, dia mengakui penurunan kinerjanya cukup drastis.
Baca Juga: 240 Ribu Orang di Amerika Ajukan Tunjangan Pengangguran
“Kerja aja seada-adanya, enggak mau kasih ide yang grande. Ya bos negur kalau lagi meeting, tapi ya cuek ajalah. Masuk kuping kanan keluar kuping kiri, selewatan aja.”
Dia juga mengungkapkan di kantornya tak ada 'budaya' untuk menghargai atau pun sekadar memberikan pujian atas pencapaian anak buah, bahkan meskipun hanya sekadar ucapan 'terima kasih.'
“Percuma, lama-lama enek juga, udah gaji dipotong, capek mikir, dan enggak diapresiasi juga, jadi buat apa kerja rodi?”
Namun pada akhirnya, dia pun nekat untuk resign. Beruntung saat ini dia sudah mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang jauh lebih besar dan posisi yang lebih tinggi.