kubikel

3 Mitos Bekerja Jarak Jauh yang Ternyata Tidak Terbukti, Semoga Bos-bos Membaca Ini!

Kamis, 9 Februari 2023 | 21:55 WIB
Ilustrasi: Anggapan bahwa bekerja dari rumah bikin kinerja kita mundur itu hanya mitos. (Pexels/Vlada Karpovich)

Banyak manajer yang sebenarnya takut akan perubahan. Dengan memberikan fleksibilitas dan otonomi pada karyawan untuk bekerja secara online, mereka jadi merasa kurang berguna di tempat kerja modern.

Kurangnya kepercayaan dari manajer juga menjadi penghalang terbesar untuk memiliki tim yang terpencar secara lokasi.

Mitos 3: Bekerja jarak jauh menghambat inovasi dan kreativitas

Menurut sebuah penelitian terhadap 61.000 karyawan Microsoft, bekerja jarak jauh menyebabkan orang menghabiskan waktu lebih sedikit untuk berkolaborasi. Mereka juga lebih jarang berkomunikasi dengan rekan kerja di luar tim langsung mereka.

Baca Juga: Ramai Petisi Kembalikan WFH, Kebijakan Sistem Hybrid Kurang Membantu?

Sama sekali tidak ada bukti bahwa bekerja di kantor menjadi satu-satunya cara untuk menciptakan kreativitas dan kolaborasi. Tuntutan untuk melakukan pekerjaan kantor pada waktu dan tempat yang ditentukan adalah alasan utama mengapa tempat kerja tidak ramah, dan tidak inklusif buat banyak orang.

Banyak pemimpin tidak tahu cara mendorong kolaborasi, kreativitas, dan inovasi dalam pengaturan kerja remote. Jika para eksekutif ingin membuat kualitas pekerjaan menjadi lebih baik, ada tempat yang lebih baik untuk memulainya dan itu bukan di kantor.

Memimpin orang saat ini membutuhkan pengetahuan tentang cara menghasilkan pengalaman kerja yang menarik, baik secara offline, online, atau hybrid.

Pemimpin perlu tahu cara mengundang partisipasi inklusif dan berulang kali menghubungkan tim kamu ke tujuan bersama dan tujuan yang mereka yakini.

Halaman:

Tags

Terkini