PejuangKantoran.com - Tepat ketika working from home (WFH) sepertinya sudah menghasilkan keharmonisan kehidupan kerja, muncul plot twist baru: manajemen mewajibkan karyawan kembali ke kantor.
Tren kontradiktif ini terjadi di hampir seluruh perusahaan karena bos-bos bersikeras untuk mengembalikan gaya manajemen "perintah dan kendali" yang sudah usang sebelum pandemi.
Sikap keras kepala para bos ini mengabaikan penelitian yang menunjukkan, 78% pekerja jarak jauh saat ini di AS lebih memilih untuk terus bekerja secara remote setelah pandemi.
Baca Juga: WFH Bisa Menghemat Rata-rata 72 Menit Waktu Perjalanan ke Kantor dalam Sehari
Di Indonesia, beberapa waktu lalu muncul petisi “Kembalikan WFH” melalui Change.org yang diserukan oleh Riwaty Sidabutar. Riwaty berharap karyawan bisa terus WFH karena terbukti menghemat waktu dan tenaga.
Pengalaman selama pandemi membuktikan, mitos-mitos tentang bekerja jarak jauh ternyata tidak terbukti! Mari kita lihat mitos yang dimaksud:
Mitos 1: Kita tidak bisa membangun budaya perusahaan dalam tim yang terpencar
Membangun budaya tim dari jarak jauh memang lebih menantang daripada saat kita berada di tempat yang sama secara fisik.
Bukan karena kita kehilangan acara kumpul-kumpul sepulang kerja, atau makan siang bareng di pantry, melainkan karena hal itu memerlukan pendekatan yang direncanakan untuk menyusun nilai dan cara kerja perusahaan kita.
Membangun koneksi dan hubungan tim secara langsung pasti lebih menyenangkan ketimbang happy hour di Zoom atau kegiatan team building tahunan yang digelar secara virtual.
Meningkatnya peran Head of Remote dan perusahaan teladan seperti GitLab dan Doist, membuktikan bahwa memiliki seseorang yang berdedikasi untuk mengarahkan pekerjaan remote adalah kunci untuk melakukannya dengan benar.
Baca Juga: Sri Mulyani Kaget Anak Muda Lebih Suka Kerja dari Rumah, Ini 7 Keuntungan WFH?
Mitos 2: Orang tidak bekerja dengan serius ketika tidak berada di kantor
Bagi para manajer, kantor menyediakan lingkungan yang optimal untuk produktivitas, bebas dari gangguan di rumah, dan pemisahan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Beberapa dari mereka khawatir kinerja karyawan akan mundur saat WFH. Tetapi jangan lupa dengan semua masalah di kantor, seperti perjalanan pulang-pergi yang menghabiskan waktu, kumpul-kumpul yang hanya menyenangkan sebagian orang, belum lagi yang memaksakan diri masuk bekerja padahal sedang sakit.
Artikel Terkait
Promedia Teknologi Gelar Talkshow Jurnalis Jadi Pengusaha Media di Era Digital
Pilih Mana Nikah Gratis di KUA atau Resepsi? Simak Beberapa Pertimbangan Berikut Ini Biar Gak Boncos
Ketentuan Pengabdian Penerima Beasiswa LPDP dan Penindakan bagi Alumni yang Tidak Mengabdi
Begini Tahapan Penindakan bagi Alumni Beasiswa LPDP yang Tidak Kembali untuk Mengabdi
Terlalu Agresif dalam Mengejar Bisnis Streaming Video, Kini Disney PHK 7000 Karyawan
Netflix Buka Lowongan Kerja Country PR Lead, Bakalan Sering Business Trip Ke Luar Negeri Nih!