Lelaki Milenial Korea Selatan Kian Banyak Urus Rumah Tangga, Tak Lagi Jadi Pejuang Kantoran, Tidak Aktif secara Ekonomi Pula

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Kamis, 22 Februari 2024 | 11:10 WIB
Korea Selatan buat visa hallyu (Pexels/Aleksandar Pasaric)
Korea Selatan buat visa hallyu (Pexels/Aleksandar Pasaric)

PejuangKantoran.com - Lelaki Milenial Korea Selatan, kata hasil sebuah survei termutakhir, kian banyak urus rumah tangga, tak lagi jadi pejuang kantoran, tidak aktif secara ekonomi pula.

Milenial adalah generasi yang lahir antara 1981 sampai dengan 1996.

Lantas, tidak aktif secara ekonomi adalah kondisi seseorang yang tidak bekerja dan berpenghasilan.

Laman straitstimes.com merilis hasil survei itu dalam laporannya pada Rabu, 21 Februari 2024.

Survei oleh Statistics Korea itu menyebut alasan Milenial Korea Selatan lebih urus rumah tangga ketimbang bekerja mencari nafkah, misalnya menjadi pejuang kantoran.

"Lelaki Milenial Korea Selatan ingin mengasuh anak," kata hasil survei Statistics Korea itu.

Pada 2023, lelaki Milenial Korea Selatan yang memilih urus rumah tangga mencapai 16000 orang.

Angka ini menanjak 37,4 persen ketimbang pada 2022.

Berturut-turut mulai 2013, lelaki Milenial Korea Selatan yang memilih menjadi ayah urus rumah tangga ada 6000 orang.

Pada 2019, jumlah lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga menjadi 9000 orang.

Pada 2021, tercatat, lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga ada 13000 orang.

Ayah urus rumah tangga

Berdasarkan level usia, lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga berusia di kisaran 40 tahunan jumlahnya 8400 orang atau 53,3 persen dari total jumlah pada 2023.

Sejatinya, survei Statistics Korea ini ada hubungannya dengan angka kesuburan populasi rakyat Korea Selatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X