PejuangKantoran.com - Lelaki Milenial Korea Selatan, kata hasil sebuah survei termutakhir, kian banyak urus rumah tangga, tak lagi jadi pejuang kantoran, tidak aktif secara ekonomi pula.
Milenial adalah generasi yang lahir antara 1981 sampai dengan 1996.
Lantas, tidak aktif secara ekonomi adalah kondisi seseorang yang tidak bekerja dan berpenghasilan.
Laman straitstimes.com merilis hasil survei itu dalam laporannya pada Rabu, 21 Februari 2024.
Survei oleh Statistics Korea itu menyebut alasan Milenial Korea Selatan lebih urus rumah tangga ketimbang bekerja mencari nafkah, misalnya menjadi pejuang kantoran.
"Lelaki Milenial Korea Selatan ingin mengasuh anak," kata hasil survei Statistics Korea itu.
Pada 2023, lelaki Milenial Korea Selatan yang memilih urus rumah tangga mencapai 16000 orang.
Angka ini menanjak 37,4 persen ketimbang pada 2022.
Berturut-turut mulai 2013, lelaki Milenial Korea Selatan yang memilih menjadi ayah urus rumah tangga ada 6000 orang.
Pada 2019, jumlah lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga menjadi 9000 orang.
Pada 2021, tercatat, lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga ada 13000 orang.
Ayah urus rumah tangga
Berdasarkan level usia, lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga berusia di kisaran 40 tahunan jumlahnya 8400 orang atau 53,3 persen dari total jumlah pada 2023.
Sejatinya, survei Statistics Korea ini ada hubungannya dengan angka kesuburan populasi rakyat Korea Selatan.
Artikel Terkait
Waspada 5 Makanan Merusak Otak, Jangan Jajan Sembarangan di Kantor
Ada Tawaran untuk Gen Z atau Generasi Z Jadi Mahasiswa Abroad di Universitas Tokyo Jepang: Mau?
Lionel Messi Cuma Penghangat Bangku Cadangan Laga Sepak Bola di Hong Kong, Penyelenggara Berhitung Rugi
Dapat Hadiah dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Diduga Bertambah Koleksi Mobilnya
Pejuang Kantoran Kurang Produktif Bekerja, Jerman Mulai Terapkan 4 Hari Kerja dalam Seminggu
Kerja 4 Hari dalam Seminggu, Benarkah Hari Kerja yang Pendek di Kantor Bisa Naikkan Produktivitas Karyawan?
WHO: Setelah Covid-19, Tantangan Dunia Berikutnya adalah Wabah Campak
Starbucks China Ciptakan Latte Gurih dari Espresso Dicampur dengan Saus Babi Rebus Dongpo
Ulasan Pasar Saham: Investor Asing Lebih Suka Pemimpin Baru yang Lanjutkan Kebijakan Pemerintah Sebelumnya