Dari Rp1.000 Jadi Rp1, Begini Rencana Menkeu Purbaya Sederhanakan Nilai Rupiah. Semua Pihak Sudah Siap?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 11 November 2025 | 14:15 WIB
Ilustrasi mata uang Rupiah dan grafik nilau tukar valutas asing. (Sigit Triwahyu - Pejuangkantoran.com)
Ilustrasi mata uang Rupiah dan grafik nilau tukar valutas asing. (Sigit Triwahyu - Pejuangkantoran.com)

“Oh iya nanti kita lihat, sejauh ini belum ada rencana,” ujarnya singkat saat ditanya wartawan di Istana Kepresidenan, Jumat (7/11/2025).

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa pembahasan mengenai landasan hukum redenominasi memang sudah dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2029.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa RUU ini merupakan inisiatif pemerintah atas usulan BI dan pembahasannya akan dilakukan bersama DPR.

“Pelaksanaannya akan mempertimbangkan waktu yang tepat, dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial, dan kesiapan teknis,” kata Ramdan.

Ia menegaskan, selama proses ini berjalan, BI akan tetap fokus menjaga stabilitas nilai rupiah dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Penggunaan Kamera Lensa Lebar yang Jadi Tantangan buat Kru dan Pemain Film Dopamin

Menurut ekonom, Indonesia sudah cukup siap

Menurut Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, wacana redenominasi bukan hal baru. Wacana ini sudah muncul sejak awal 2000-an, bahkan sebelum Purbaya menjabat.

Piter menjelaskan bahwa kondisi nilai tukar rupiah saat ini tidak lagi mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia. Ia mengatakan bahwa ekonomi Indonesia besar, sudah masuk G20, tetapi nilai mata uangnya sangat kecil.

“Di luar negeri, uang rupiah kadang bahkan tidak ada di money changer,” ujarnya.

Ia menilai bahwa syarat utama redenominasi adalah kestabilan ekonomi dan inflasi yang rendah, bukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dan dalam lima tahun terakhir, inflasi Indonesia selalu di bawah 4%, yang artinya cukup stabil.

Oleh karena itu, menurutnya, saat ini justru waktu yang tepat bagi Indonesia untuk mulai menjalankan redenominasi.

“Nggak harus nunggu ekonomi tumbuh tinggi dulu. Yang penting stabil dan inflasinya terkendali,” katanya.

Jika benar terwujud, redenominasi rupiah akan menjadi salah satu perubahan besar dalam sejarah sistem keuangan Indonesia.

Meski tidak mengubah nilai riil uang, kebijakan ini akan membuat transaksi sehari-hari jadi lebih sederhana dan praktis. Tanpa deretan nol panjang yang sering membuat bingung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X