“Oh iya nanti kita lihat, sejauh ini belum ada rencana,” ujarnya singkat saat ditanya wartawan di Istana Kepresidenan, Jumat (7/11/2025).
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa pembahasan mengenai landasan hukum redenominasi memang sudah dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2029.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa RUU ini merupakan inisiatif pemerintah atas usulan BI dan pembahasannya akan dilakukan bersama DPR.
“Pelaksanaannya akan mempertimbangkan waktu yang tepat, dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial, dan kesiapan teknis,” kata Ramdan.
Ia menegaskan, selama proses ini berjalan, BI akan tetap fokus menjaga stabilitas nilai rupiah dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Penggunaan Kamera Lensa Lebar yang Jadi Tantangan buat Kru dan Pemain Film Dopamin
Menurut ekonom, Indonesia sudah cukup siap
Menurut Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, wacana redenominasi bukan hal baru. Wacana ini sudah muncul sejak awal 2000-an, bahkan sebelum Purbaya menjabat.
Piter menjelaskan bahwa kondisi nilai tukar rupiah saat ini tidak lagi mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia. Ia mengatakan bahwa ekonomi Indonesia besar, sudah masuk G20, tetapi nilai mata uangnya sangat kecil.
“Di luar negeri, uang rupiah kadang bahkan tidak ada di money changer,” ujarnya.
Ia menilai bahwa syarat utama redenominasi adalah kestabilan ekonomi dan inflasi yang rendah, bukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dan dalam lima tahun terakhir, inflasi Indonesia selalu di bawah 4%, yang artinya cukup stabil.
Oleh karena itu, menurutnya, saat ini justru waktu yang tepat bagi Indonesia untuk mulai menjalankan redenominasi.
“Nggak harus nunggu ekonomi tumbuh tinggi dulu. Yang penting stabil dan inflasinya terkendali,” katanya.
Jika benar terwujud, redenominasi rupiah akan menjadi salah satu perubahan besar dalam sejarah sistem keuangan Indonesia.
Meski tidak mengubah nilai riil uang, kebijakan ini akan membuat transaksi sehari-hari jadi lebih sederhana dan praktis. Tanpa deretan nol panjang yang sering membuat bingung.
Artikel Terkait
Wali Kota Muslim Pertama New York Zohran Mamdani Punya Latar Belakang Keluarga yang Elit
Lulusan Kesehatan Masyarakat Bisa Melamar Lowongan Product Specialist di Johnson & Johnson MedTech
Kualifikasi, Tugas, dan Gaji Operator Street View Trekker untuk Google Maps
Mengenal Desa Pemuteran yang Masuk Daftar 52 Desa Wisata Terbaik 2025 oleh UN Tourism
Antasari Azhar Meninggal Dunia, Mantan Ketua KPK Wafat di Usia 72 Tahun
Kerja Itu Lebih Cerdas, Bukan Lebih Lama. Ini Cara Membuat Rencana Produktivitas Pribadi!
Kesalahan Terbesar Museum Louvre yang Baru Dibobol Maling: Password-nya Gampang Ditebak!
Influencer Prancis Jadi Salah Satu Tersangka Pencurian Siang Bolong di Museum Louvre, Paris
Kerja Remote Ternyata Nggak Selalu Menarik, Pekerja Muda Justru Lebih Pilih Sistem Hybrid!
Kemenparekraf Luncurkan 17 Taksi London dengan Keindahan Alam Nusantara di World Trade Market