PejuangKantoran.com - Belakangan ini, media sosial lagi ramai membicarakan konflik antara generasi senior (seperti Baby Boomer) dengan Gen Z di dunia kerja. Banyak bos atau manajer HR yang mengeluhkan anak sekarang yang susah diatur atau tidak punya etika kerja yang kuat.
Tapi, benarkah ini sepenuhnya salah kita? Coba deh, kita lihat dari sudut pandang yang berbeda. Ternyata, ada beberapa faktor yang membuat Gen Z tampak sulit di mata senior, padahal sebenarnya bukan kemauan kita sendiri, lho.
1. Pola asuh yang berubah
Banyak orang tua dari generasi sebelumnya yang sangat melindungi anak-anak mereka. Istilahnya kalau kamu masih ingat: helicopter parenting. Akibatnya, ketika masuk ke dunia kerja dan bertemu atasan yang hobi marah-marah, Gen Z jadi kaget atau mendadak nge-freeze. Masalah yang biasanya dibantu orang tua, sekarang harus dihadapi sendiri di kantor yang keras.
Baca Juga: Film Shaka On Shaka Hadirkan Kisah Cinta Rocker dan Fansnya dengan Nuansa Konser Musik
2. Efek pandemi COVID-19
Jangan lupa, kita ini masuk ke dunia kerja atau melewati masa kuliah tepat saat pandemi melanda. Kita kehilangan momen penting untuk belajar sosialisasi secara langsung. Nggak heran kan, kalau kita mungkin kurang paham soal dinamika budaya kantor yang tidak tertulis, atau cara bekerja secara mandiri (autonomous) tanpa arahan mendetail.
3. Fokus pada kesehatan mental
Entah kenapa, generasi lama itu bangga banget kalau bisa kerja keras sampai tipes. Sementara bagi kita, itu justru kesalahan besar. Kita nggak ragu-ragu menyuarakan work-life balance dan kesehatan mental. Di mata manajer yang sudah terbiasa dengan sistem hierarki lama, sikap kita ini sering dianggap malas atau terlalu banyak menuntut (entitled).
4. Kurang pelatihan dari perusahaan
Ini poin yang sering terlupakan. Banyak manajer HR hanya mengeluh tapi tidak memberikan pelatihan yang memadai. Perusahaan sering kali terlalu sibuk dan berharap karyawan baru langsung pintar sendiri. Memangnya bos-bos itu dulu juga pinter sendiri? Setiap generasi pasti butuh bimbingan untuk memahami pola komunikasi yang diinginkan perusahaan.
Baca Juga: Pencari Kerja Makin Susah Mendapat Pekerjaan karena Gagal Lolos dari Seleksi AI dan Algoritma
5. Dunia yang serba internet
Gen Z dibesarkan oleh algoritma. Kita sangat cepat dalam menangkap tren, tapi kadang dianggap kurang mendalam dalam mengerjakan sesuatu. Katanya kita ini lebih mengejar vibes daripada substansi pekerjaan. Tapi di sisi lain, kemampuan teknologi kita dianggap sebagai aset besar di masa depan yang serba otomatis.
Artikel Terkait
Hampir 90% Perempuan Resign dari Perusahaan Teknologi dalam 10 Tahun setelah Bergabung
Delegasi Uni Eropa di Indonesia Buka Lowongan Kerja Sekretaris, Gaji Mulai Rp18,5 Juta
PT Krakatau Osaka Steel Tutup Juni 2026, Hampir 200 Karyawan Terkena PHK
Berapa Kali Sebaiknya Mengunyah Makanan? Ternyata Bukan Sekadar 32 Kali
Wisma Jerman Surabaya Buka Lowongan Kerja untuk Staf Divisi Program dan Budaya
Nggak Cuma Mampu Berpikir Kritis, Akuntan Juga Harus Kreatif dan Punya Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
3 Skill Akuntan yang Makin Perlu Dimiliki, Salah Satunya Kreativitas dalam Problem Solving