Ternyata Tak Hanya Piala Dunia 2026 yang Berbau Isu Politik. Berikut Daftar yang Paling Menonjol!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:37 WIB
Ilustrasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang diwarnai isu politik antara Iran dengan Amerika Serikat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang diwarnai isu politik antara Iran dengan Amerika Serikat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Di rezim ini, ribuan orang ditahan, disiksa, dan hilang secara paksa. Pemerintah menggunakan Piala Dunia untuk memperbaiki citra internasional Argentina. Karena hal ini, lalu muncul kampanye boikot di berbagai negara dan kritik HAM yang luas terhadap Argentina dan peyelenggaraan Piala Dunia ini.

Isu geopolitik utama kediktatoran militer, pelanggaran HAM, sportswashing (menggunakan olahraga untuk memperbaiki citra rezim).

  1. Piala Dunia 1982 (Spanyol)

1982 FIFA World Cup ini berlangsung hanya beberapa minggu setelah berakhirnya Falklands War. Akibatnya hubungan Argentina–Inggris masih sangat tegang. Tak heran bila isu nasionalisme mendominasi pemberitaan. Banyak pertandingan Argentina dibaca dalam konteks pascaperang.

Walaupun tidak sepolitis 1978 atau 2022, atmosfer geopolitiknya sangat kuat karena perang baru saja berakhir.

  1. Piala Dunia 1986 (Meksiko)

1986 FIFA World Cup ini terkenal karena pertandingan Argentina vs Inggris di perempat final.

Gol "Hand of God" dan gol solo legendaris dari Diego Maradona hanya empat tahun setelah Perang Falklands membuat pertandingan tersebut dipandang sebagai simbol balas dendam nasional Argentina terhadap Inggris. Bahkan Maradona sendiri kemudian mengaitkan pertandingan itu dengan perang.

Baca Juga: TVRI Memegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Seluruh Laga yang Dipertandingkan Bisa Ditonton hingga Pelosok

  1. Piala Dunia 2018 (Rusia)

2018 A World Cup berlangsung setelah aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014, lalu Rusia mendapatkan sanksi dari Barat dengan tuduhan campur tangan Rusia dalam politik negara lain.

Banyak analis melihat turnamen ini sebagai upaya pemerintah Vladimir Putin untuk memperkuat citra Rusia sebagai kekuatan global dan mengurangi dampak isolasi diplomatik.

  1. Piala Dunia 2022 (Qatar)

2022 World Cup adalah termasuk Piala Dunia yang paling kontroversial secara geopolitik pada abad ke-21. Isu yang mendominasi adalah hak pekerja migran, hak LGBT, korupsi dalam proses pemilihan tuan rumah, dan hubungan Qatar dengan negara-negara Barat dan Timur Tengah. Banyak media menyebutnya sebagai Piala Dunia paling kontroversial sejak Argentina 1978.

  1. Piala Dunia 2026 (AS–Kanada–Meksiko)

2026 FIFA World Cup isunya berbeda dari Qatar. Di gelaran ini fokusnya pada kebijakan visa dan migrasi AS, ketegangan AS–Iran, keamanan lintas negara, hubungan politik AS–Kanada–Meksiko yang cenderung menurun, dan pengelolaan perbatasan dan mobilitas suporter internasional.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: washingtonpost.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X